
Fabio Quartararo Mengancam Tinggalkan Yamaha Jika Tidak Ada Perubahan
Fabio Quartararo, pembalap Monster Energy Yamaha, kembali mengeluarkan ancaman untuk meninggalkan timnya jika tidak ada perbaikan yang signifikan. Kesabaran sang juara dunia MotoGP satu kali ini mulai terkikis setelah berulang kali merasa tidak diberi dukungan penuh oleh pabrikan Garpu Tala.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Setelah memenangkan gelar juara dunia pada 2021, Quartararo kesulitan menunjukkan performa kompetitif meski masih menjadi pembalap utama di Yamaha. Hal ini membuat kontraknya dengan Yamaha selalu diwarnai drama dan ketidakpastian.
Pada jendela transfer besar-besaran tahun depan, Quartararo menggunakan posisi tawarnya untuk meningkatkan daya saing. Kontraknya dengan Yamaha akan habis pada 2026, sama seperti semua pembalap tim pabrikan di MotoGP saat ini.
"Kita harus bergerak sangat cepat," ujar Quartararo tentang waktu yang tersisa untuk mengambil keputusan. "Saya pikir ini baik bagi pembalap untuk memulai musim, bukan hanya memulai musim, tetapi juga segera mengetahui di mana saya ingin berada."
Ini bukan pertama kalinya Quartararo memberikan pernyataan bernada ancaman kepada Yamaha. Sebelumnya, ia telah menyampaikan kekecewaannya terhadap perkembangan motor Yamaha, terutama terkait rencana peralihan dari mesin inline four ke V4.
Meskipun Yamaha telah melakukan beberapa pengujian dengan mesin V4, impresi awal Quartararo tidak begitu positif. Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah berjuang untuk kemenangan, podium, dan gelar juara.
"Jika saya tidak punya motor untuk melakukannya, tentu saja saya akan pindah," katanya. "Menurut saya ini hal yang bagus, memberi Yamaha waktu sebulan untuk melihat potensinya dan kemudian mengambil keputusan dengan cepat."
Musim ini, Quartararo kembali menjadi unggulan dalam kualifikasi, dengan lima kali meraih pole position. Hanya Marc Marquez (Ducati Lenovo) yang mampu mengalahkannya. Namun, dalam balapan, Quartararo seringkali menjadi 'samsak' lawan-lawannya yang bukan dari Yamaha.
Begitu jalur idealnya diganggu, ia kesulitan menghadapi pesaing. Untuk mengatasi masalah ini, Yamaha mencoba mengembangkan motor V4. Uji coba paling ideal adalah melalui situasi balapan nyata.
Quartararo tidak memiliki waktu lebih lama lagi untuk menunggu perubahan. Tes pramusim akan menjadi tenggat waktunya.
"Dalam waktu dua setengah bulan, Anda tidak bisa benar-benar mengubah motor secara menyeluruh, terutama bagi kami," ujarnya. "Anda tidak dapat mengubah basisnya sepenuhnya. Saya pikir semua pabrikan akan memiliki motor yang sama tahun depan, tetapi bagi kami, hal itu tidak terjadi."
"Kami akan melihat bagaimana kami bisa meningkatkannya, dan saya pikir titik krusialnya adalah tes Valencia dan tes Sepang pada Februari (2026)."