UNCRI Manokwari Perkenalkan Program Ekonomi Kampus Melalui UKM Wirausaha

admin.aiotrade 09 Des 2025 3 menit 13x dilihat
UNCRI Manokwari Perkenalkan Program Ekonomi Kampus Melalui UKM Wirausaha
UNCRI Manokwari Perkenalkan Program Ekonomi Kampus Melalui UKM Wirausaha

Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa UNCRI Berikan Peluang Baru bagi Produk Lokal

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) resmi meluncurkan kegiatan kewirausahaan yang diadakan pada Jumat, 5 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi mata kuliah kewirausahaan yang digagas oleh mahasiswa semester V Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Dengan motto kampus “Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Cinta Kasih”, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa.

Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari pengunjung sejak awal pelaksanaannya. Banyak produk lokal seperti wortel, kentang, daun bawang, seledri, kol, dan sawi dari Kabupaten Pegunungan Arfak ludes dalam waktu singkat. Selain itu, berbagai produk olahan juga ramai diminati, termasuk kopi lokal, keripik pisang, petatas ungu, roti, manisan, serta hiasan ukir dan pernak-pernik budaya. Bahkan layanan seperti jasa tarian daerah, jasa kurir, dan pupuk organik rumput laut turut dipasarkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi, Yohanes Ada Lebang, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari strategi menuju akreditasi unggul pada tahun 2027. Ia menyebutkan bahwa terdapat sekitar 20 mahasiswa peserta yang memasarkan sekitar 50 jenis produk barang dan jasa. Menurutnya, mahasiswa ekonomi harus menjadi penggerak ekonomi di Manokwari dan momentum ini menjadi kesempatan untuk mempraktikkan teori kewirausahaan secara langsung.

"Kami mendorong UNCRI menjadi pusat distribusi dan pemasaran digital produk pangan lokal, terutama bagi masyarakat sekitar," ujarnya. Ia juga mengungkapkan tantangan kewirausahaan di kampus, yaitu hanya 0,03 persen dari sekitar 1.000 mahasiswa UNCRI yang aktif berwirausaha. Oleh karena itu, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh UKM Kewirausahaan yang diketuai Uria Nunaki, dan dijadwalkan berlangsung setiap Jumat pada minggu pertama dan kedua setiap bulan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Kaleb Y. Karubaba, menekankan pentingnya keberanian menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda. Ia menyatakan bahwa ekonomi yang bergerak hari ini adalah tanggung jawab mahasiswa ekonomi. Setelah lulus, wirausaha harus menjadi prioritas, bukan hanya ASN. Kampus ini kecil, tapi namanya harus besar melalui profesi dan karya. Ini awal yang sangat baik, kata dia.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan kreativitas, inovasi, dan pemasaran digital.

Dari sisi inovasi, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, Abraham A. Nauw, memperkenalkan pupuk organik berbahan rumput laut dari pesisir Petrus Kafiar, yang dikombinasikan dengan tandan kosong kelapa sawit dan sekam padi. "Produk ini sedang diteliti bersama Wakil Dekan I. Harapannya dapat meningkatkan ekonomi warga pesisir dan petani di Tanah Papua," jelasnya.

Kebahagiaan peserta semakin lengkap dengan pencapaian keuntungan yang cukup besar. Mega, mahasiswa penjual jasuke, mengaku hanya dalam waktu satu jam ia meraup keuntungan bersih sekitar Rp500.000. "Ini pengalaman yang luar biasa dan semoga terus berlanjut," ujarnya. Hal serupa dialami Jekson Wonggor, yang menjual produk pertanian dari Pegaf, Mokwam, dan Kwau. Ia berhasil membawa pulang keuntungan sekitar Rp400.000. "Kami tidak menyangka semua produk habis. Biasanya kami harus ke pasar, tapi hari ini pasar datang ke kami," katanya.

Produk Lokal yang Menarik Perhatian Pengunjung

Beberapa produk yang dipasarkan dalam kegiatan ini antara lain:

  • Komoditas lokal: Wortel, kentang, daun bawang, seledri, kol, dan sawi dari Kabupaten Pegunungan Arfak.
  • Produk olahan: Kopi lokal, keripik pisang, petatas ungu, roti, manisan, dan hiasan ukir.
  • Layanan: Jasa tarian daerah, jasa kurir, dan pupuk organik rumput laut.
  • Inovasi: Pupuk organik berbahan rumput laut, tandan kosong kelapa sawit, dan sekam padi.

Kesimpulan

Kegiatan kewirausahaan mahasiswa UNCRI ini memberikan peluang baru bagi produk lokal dan memperkuat semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjadi contoh positif dalam pengembangan ekonomi lokal.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan