Kesepakatan Dagang Bebas Uni Eropa dan Mercosur
Uni Eropa resmi menyepakati perjanjian dagang bebas dengan Mercosur. Kesepakatan ini ditandatangani oleh kedua belah pihak di Ibukota Paraguay, Asuncion, pada Sabtu (17/1/2026) waktu setempat. Perjanjian ini disepakati Uni Eropa dan Mercosur setelah 25 tahun bernegosiasi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan mengurangi hambatan perdagangan dengan mengurangi tarif ekspor dan impor di antara negara Uni Eropa dan negara Mercosur, yakni Brasil, Argentina, Uruguay, dan Paraguay.
Kesepakatan dagang yang ditandatangani Uni Eropa dan Mercosur disebut sebagai perjanjian dagang terbesar di dunia. Sebab, perjanjian ini melibatkan dua benua besar yang cukup berpengaruh di kancah perdagangan internasional.
Presiden Komisi Uni Eropa Menyambut Baik Perjanjian Dagang Bebas dengan Mercosur

Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, menyambut baik perjanjian dagang bebas yang dilakukan dengan Mercosur. Ia menilai perjanjian ini menjadi cermin kekuatan kerja sama perdagangan antara Uni Eropa dan Mercosur di tengah perang tarif yang dilakukan oleh Amerika Serikat. "Perjanjian ini mengirimkan pesan yang sangat kuat kepada dunia. Ini mencerminkan pilihan yang jelas dan disengaja. Kami memilih perdagangan yang adil daripada tarif. Kami memilih kemitraan jangka panjang yang produktif daripada isolasi," ujarnya.
“Kita akan bersatu lebih dari sebelumnya. Sebab, kita percaya bahwa ini adalah cara terbaik untuk membuat rakyat dan negara kita sejahtera,” tambahnya.
Perjanjian Dagang Bebas Uni Eropa-Mercosur Bakal Menghilangkan Lebih dari 90 Persen Tarif Ekspor dari Kedua Belah Pihak

Imbas perjanjian ini, tarif ekspor yang dilakukan negara Uni Eropa dan Mercosur akan dipangkas lebih dari 90 persen. Ini akan membuat arus perdagangan di antara kedua belah pihak meningkat. Selain itu, perjanjian ini juga akan membuat produk ekspor dari Uni Eropa ke Mercosur maupun sebaliknya jadi lebih murah.
Ekspor Uni Eropa ke Mercosur sebagian besar terdiri dari produk mesin, produk kimia, dan produk transportasi. Sementara itu, ekspor Mercosur ke Uni Eropa didominasi produk-produk pertanian, sumber daya mineral, bubur kayu, dan kertas.
Perjanjian Dagang Bebas Uni Eropa dan Mercosur Dilakukan di Tengah Ancaman Tarif Amerika Serikat

Perjanjian dagang bebas yang dilakukan Uni Eropa dan Mercosur ini dilakukan di tengah ancaman tarif dagang besar-besaran dari Amerika Serikat. Sebab, belakangan ini, Presiden Donald Trump makin terang-terangan memberikan tarif tinggi kepada negara-negara di Eropa. Bahkan, pada Sabtu (17/1/2026), Trump memberlakukan tarif sebesar 25 persen untuk delapan negara Eropa yang menolak AS menguasai Greenland. Mereka adalah Denmark, Norwegia, Jerman, Swedia, Prancis, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan akan mulai memberlakukan tarif 10 persen kepada negara-negara tersebut pada 1 Februari 2026 mendatang. Kemudian, tarif akan dinaikkan menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026.
Dampak Perjanjian Dagang Bebas Terhadap Ekonomi Global
Perjanjian dagang bebas antara Uni Eropa dan Mercosur diharapkan memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian global. Dengan penghapusan lebih dari 90 persen tarif, perdagangan antara kedua blok akan semakin lancar. Hal ini juga akan meningkatkan daya saing produk-produk dari kedua belah pihak di pasar internasional.
Selain itu, perjanjian ini juga diharapkan bisa menjadi contoh kerja sama yang solid antara negara-negara besar di dunia. Dengan mengurangi ketergantungan pada satu blok tertentu, seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Mercosur dapat membangun hubungan perdagangan yang lebih seimbang dan saling menguntungkan.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun perjanjian ini membawa banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, masalah lingkungan dan isu-isu sosial bisa menjadi kendala dalam implementasi kesepakatan ini. Selain itu, perlu adanya komitmen kuat dari semua pihak untuk menjaga keberlanjutan perjanjian tersebut.
Namun, peluang yang ditawarkan oleh perjanjian ini sangat besar. Dengan akses yang lebih luas ke pasar, industri di Uni Eropa dan Mercosur bisa berkembang lebih cepat. Ini juga akan memberikan manfaat bagi konsumen, karena harga barang dan jasa akan menjadi lebih terjangkau.
Penutup
Perjanjian dagang bebas antara Uni Eropa dan Mercosur merupakan langkah penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi global. Dengan penghapusan tarif yang signifikan, kedua belah pihak diharapkan bisa saling menguntungkan dan membangun hubungan yang lebih kuat. Di tengah ancaman tarif dari Amerika Serikat, perjanjian ini menjadi bukti bahwa kerja sama internasional tetap bisa terwujud.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar