Uni Eropa Kurangi Target Emisi Nol 2035, Produsen Mobil ICE Masih Berkesempatan

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 29x dilihat
Uni Eropa Kurangi Target Emisi Nol 2035, Produsen Mobil ICE Masih Berkesempatan


Pembuat kebijakan Uni Eropa tampaknya mengubah pendirian mereka terkait larangan penjualan mobil bermesin pembakaran (ICE) di Eropa. Dalam sebuah perubahan besar, Komisi Eropa akan menarik kembali rencana yang awalnya melarang penjualan mobil baru dengan mesin bakar mulai tahun 2035. Keputusan ini diambil setelah tekanan dari negara-negara seperti Jerman dan Italia, serta sektor otomotif Eropa yang kesulitan bersaing dengan produsen mobil listrik global.

Aturan yang awalnya berlaku menyatakan bahwa semua mobil baru di Uni Eropa harus memiliki emisi nol pada 2035. Namun, dalam proposal terbaru yang diajukan Selasa (16/12/2025), target pengurangan emisi CO2 untuk tahun tersebut dikurangi menjadi 90% dari tingkat tahun 2021, bukan lagi 100% atau nol emisi. Ini menandai perubahan signifikan dalam arah kebijakan lingkungan Uni Eropa.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Eksekutif Uni Eropa tampaknya mengakui permintaan produsen mobil untuk memungkinkan penjualan mobil hibrida plug-in dan range extender yang menggunakan bahan bakar bio netral CO2 atau bahan bakar sintetis. Kelonggaran ini dianggap penting bagi industri otomotif Eropa yang sedang menghadapi dominasi Tesla dan kendaraan listrik (EV) asal China.

Manfred Weber, Presiden Partai Rakyat Eropa (EPP) asal Jerman, mengonfirmasi bahwa tingkat pengurangan 90% telah disepakati oleh Komisi. Meski tidak mencapai target sempurna, ia menilai ini tetap merupakan kemajuan. “Pengurangan 90% pada tahun 2035 adalah pengurangan yang sangat besar,” ujarnya dalam konferensi pers di Strasbourg, Prancis, Selasa (16/12/2025).

Langkah pelonggaran ini, yang masih memerlukan persetujuan dari pemerintah negara-negara anggota dan Parlemen Eropa, akan menjadi kemunduran paling signifikan bagi kebijakan hijau blok tersebut dalam lima tahun terakhir. Keputusan ini muncul di saat yang tepat bagi industri otomotif konvensional. Produsen mobil AS, Ford Motor, baru saja mengumumkan pada Senin (15/12/2025) bahwa mereka akan melakukan penurunan nilai aset sebesar 19,5 miliar dolar AS (sekitar Rp324 triliun). Ford akan menghentikan produksi beberapa model kendaraan listrik sebagai respons atas kebijakan pemerintahan Trump dan melemahnya permintaan pasar terhadap EV.

Produsen mobil Eropa seperti Volkswagen dan pemilik Fiat, Stellantis, juga mengeluhkan lemahnya permintaan EV. Mereka telah menyerukan pelonggaran target dan denda bagi yang gagal memenuhi regulasi. Kelompok lobi otomotif ACEA menyebut momen ini "tepat waktu" dan mendesak Komisi Eropa untuk juga melonggarkan target antara tahun 2025-2030.

Produsen mobil Jerman khususnya merasakan tekanan ganda. Mereka kehilangan pangsa pasar di China yang direbut produsen lokal, sekaligus terancam di pasar domestik oleh impor EV canggih buatan China. Tarif impor yang diterapkan Uni Eropa terhadap EV China dinilai hanya sedikit meredam tekanan.

Di sisi lain, pelaku industri kendaraan listrik memperingatkan bahwa pelonggaran target emisi justru akan melemahkan investasi dan membuat Uni Eropa semakin tertinggal dari China dalam transisi menuju elektrifikasi. “Pergeseran dari target nol emisi 100% yang jelas menjadi 90% mungkin tampak kecil. Namun, jika kita mundur sekarang, kita tidak hanya akan merusak iklim. Kita akan merusak kemampuan Eropa untuk bersaing,” tegas Michael Lohscheller, CEO produsen EV Swedia, Polestar.

William Todts, Direktur Eksekutif kelompok advokasi Transport & Environment (T&E), menyatakan Uni Eropa sedang mengulur waktu sementara China melaju kencang. “Berpegang teguh pada mesin pembakaran tidak akan membuat produsen mobil Eropa kembali hebat,” kritiknya.

Selain pelonggaran target, Komisi Eropa juga akan merinci rencana untuk meningkatkan pangsa EV dalam armada perusahaan, terutama mobil dinas yang menyumbang sekitar 60% dari penjualan mobil baru di Eropa. Meski ukuran pastinya belum jelas, rencana ini mungkin menyertakan penekanan pada kandungan komponen lokal. Industri sendiri lebih menginginkan insentif daripada target wajib.

Eksekutif Uni Eropa juga dikabarkan akan mengusulkan kategori regulasi baru untuk EV kecil atau city car. Kendaraan dalam kategori ini akan dikenakan pajak lebih rendah dan mendapatkan kredit tambahan untuk memenuhi target pengurangan CO2. Kredit serupa juga dapat diperoleh produsen melalui proses produksi yang lebih berkelanjutan, misalnya dengan memproduksi kendaraan menggunakan baja rendah karbon.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan