
PT Unilever Indonesia Tbk mengumumkan bahwa perusahaan telah menyelesaikan penjualan bisnis es krim kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia dengan nilai sebesar Rp 7 triliun. Penyelesaian transaksi ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian bisnis antara Unilever dan Magnum yang ditandatangani pada 22 November 2024.
Menurut Sekretaris Perusahaan Unilever, Padwestiana Kristanti, dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia, Senin, 8 Desember 2025, transaksi ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang digelar pada 14 Januari 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada November 2024, Unilever telah menjual bisnis es krimnya ke Magnum. Transaksi ini bernilai Rp 7 triliun, belum termasuk pajak pertambahan nilai (PPN), dan mencakup berbagai aset seperti aset tetap senilai Rp 2,5 triliun, nilai buku bersih sebesar Rp 1,9 triliun, serta nilai persediaan sebesar Rp 172 miliar.
Penilaian bisnis independen dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan, dengan nilai pasar sebesar Rp 6,5 triliun. Menurut Padwestiana, nilai transaksi ini mencapai 204 persen dari nilai ekuitas Perseroan per 30 September 2024 sebesar Rp 3,4 triliun. Oleh karena itu, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material.
Pada saat penandatanganan perjanjian, Magnum Ice Cream masih memiliki hubungan afiliasi dengan Unilever Indonesia. Namun, setelah pelaksanaan dan penyelesaian transaksi, Magnum Ice Cream selaku pembeli tidak lagi memiliki hubungan dengan Perseroan.
Menurut Padwestiana, penjualan bisnis es krim dilakukan karena Grup Unilever ingin memisahkan bisnis es krim globalnya. “Penjualan tersebut akan memungkinkan Perseroan merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis es krim di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang sahamnya dalam jangka pendek,” ujar dia.
Alasan Penjualan Bisnis Es Krim
Beberapa alasan utama di balik keputusan Unilever untuk menjual bisnis es krim adalah:
-
Fokus pada bisnis inti
Dengan menjual bisnis es krim, Unilever dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis utamanya, seperti produk konsumen harian dan perawatan pribadi. Hal ini membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi di pasar. -
Mengoptimalkan nilai investasi
Penjualan bisnis es krim memungkinkan Unilever untuk mengambil manfaat dari nilai investasi yang telah diinvestasikan selama bertahun-tahun. Dengan demikian, perusahaan dapat mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham melalui dividen atau pengembangan strategis lainnya. -
Strategi reorganisasi bisnis
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi reorganisasi bisnis Unilever secara keseluruhan. Dengan memisahkan bisnis es krim, perusahaan dapat lebih fleksibel dalam menghadapi dinamika pasar dan kompetitor.
Proses Penyelesaian Transaksi
Proses penyelesaian transaksi melibatkan beberapa tahapan penting, antara lain:
-
Persetujuan pemegang saham
Sebelum transaksi resmi dilakukan, pemegang saham harus memberikan persetujuan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa dan rapat umum pemegang saham independen. -
Penilaian bisnis independen
Untuk memastikan nilai transaksi sesuai dengan pasar, dilakukan penilaian oleh lembaga profesional. Hasil penilaian ini menjadi dasar dalam menentukan harga jual. -
Pemenuhan prosedur hukum dan regulasi
Seluruh proses penjualan harus sesuai dengan aturan hukum dan regulasi yang berlaku, termasuk persyaratan dari Bursa Efek Indonesia.
Dampak terhadap Pasar dan Pemegang Saham
Dampak dari transaksi ini sangat signifikan, baik bagi pasar maupun pemegang saham. Dengan penjualan bisnis es krim, Unilever dapat mengalokasikan sumber daya ke bidang-bidang yang lebih strategis. Sementara itu, para pemegang saham akan mendapatkan manfaat langsung dari realisasi nilai investasi yang telah diinvestasikan.
Selain itu, transaksi ini juga menunjukkan komitmen Unilever untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Dengan langkah-langkah strategis seperti ini, perusahaan tetap dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri konsumen.