Universitas Udayana Bantah Kematian Mahasiswa Fisip Akibat Bullying

admin.aiotrade 20 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Universitas Udayana Bantah Kematian Mahasiswa Fisip Akibat Bullying

Penjelasan Resmi dari Universitas Udayana Mengenai Kematian Mahasiswa

Universitas Udayana (Unud) telah memberikan penjelasan resmi mengenai beredarnya isu-isu terkait penyebab kematian mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berinisial TAS. Konferensi pers diadakan di Aula Pascasarjana Kampus Sudirman pada Senin (20/10/2025), yang dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, Dekan FISIP Dr. I Nengah Punia, serta Ketua Unit Komunikasi Publik Dr. Ni Nyoman Dewi Pascarani.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pascarani menyampaikan rasa duka mendalam dari seluruh sivitas akademika Unud dan permohonan maaf atas peristiwa yang menimbulkan keprihatinan publik. "Sejak Jumat (17/10/2025), universitas telah menugaskan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk menelusuri kronologi dan dampak peristiwa tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima.

Tidak Ada Indikasi Perundungan atau Bullying

Pascarani menegaskan bahwa berdasarkan temuan sementara, tidak ditemukan indikasi perundungan atau bullying yang menyebabkan meninggalnya TAS. Menurutnya, tindakan berupa ucapan nir-etika dan komentar tidak empatik baru terjadi setelah TAS meninggal dunia, bukan sebelumnya seperti yang ramai beredar di media sosial.

"Penegasan ini penting untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi yang menyebut adanya dugaan perundungan sebagai penyebab kematian," kata Pascarani. Universitas juga telah memintai keterangan sejumlah mahasiswa yang diduga melontarkan komentar tidak pantas tersebut.

Untuk memperkuat investigasi, Satgas bekerja sama dengan Tim Pencari Fakta yang beranggotakan akademisi, ahli hukum, dan psikolog. Tim ini bertugas menyusun rekomendasi sanksi bagi pihak yang terbukti melanggar etika.

"Satgas PPKPT akan segera menyusun rekomendasi kepada pimpinan universitas terkait sanksi akhir bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan nir-empati," tegasnya. Pascarani pun meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak berspekulasi sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.

Tidak Ada Tekanan Akademik Selama Bimbingan Skripsi

Terkait dugaan tekanan akademik yang dikaitkan dengan kematian TAS, pihak kampus telah melakukan klarifikasi langsung dengan dosen pembimbing. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa proses bimbingan baru berlangsung sekitar 20 hari dengan dua kali pertemuan, serta hubungan antara mahasiswa serta pembimbing dinilai baik dan komunikatif.

"Tidak ditemukan indikasi tekanan akademik maupun kendala administratif yang berkaitan dengan peristiwa ini," ungkap Pascarani. Lebih lanjut, Universitas Udayana menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan beretika.

"Kami mengecam keras segala bentuk ucapan, komentar, atau tindakan nir-empati maupun kekerasan verbal, baik di dunia nyata maupun digital. Perilaku demikian tidak sesuai dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan etika akademik Universitas Udayana," jelas Pascarani.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan