Unsoed dan Unwiku Kembangkan Wisata Winduaji dengan Pangan Fungsional Jamur Tiram

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Unsoed dan Unwiku Kembangkan Wisata Winduaji dengan Pangan Fungsional Jamur Tiram
Unsoed dan Unwiku Kembangkan Wisata Winduaji dengan Pangan Fungsional Jamur Tiram

Sinergi Perguruan Tinggi dan Desa untuk Pemberdayaan Ekonomi

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto bekerja sama dengan Universitas Wijaya Kusuma (Unwiku Purwokerto) dalam menjalankan Program Pemberdayaan Desa Binaan di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi desa.

Program ini fokus pada dua sektor utama, yaitu pengembangan pangan fungsional berbasis jamur tiram dan penguatan paket wisata di Desa Winduaji yang telah memiliki status sebagai Desa Wisata. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengoptimalkan potensi ekonomi mereka secara mandiri dan berkelanjutan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pelatihan untuk Kelompok Petani dan Wisatawan

Ketua Tim Program Pemberdayaan, Prof. Nuniek Ina Ratnaningtyas, M.S., menjelaskan bahwa program ini menyasar dua kelompok masyarakat, yaitu Kelompok Tiram Agro Makmur dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Winduaji.

“Kelompok Tiram Agro Makmur terdiri dari petani dan pengusaha olahan. Kami memberikan pelatihan menyeluruh mulai dari budidaya, perawatan, penanganan pascapanen hingga pengolahan menjadi produk kuliner bernilai jual,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Hidayah Dwiyanti, dosen Teknologi Pangan Unsoed, menilai bahwa kuliner jamur di Obyek Wisata Tuksirah memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Mitra kami diajari membuat aneka olahan seperti bakso jamur, sate jamur, hingga produk siap saji lain. Wisatawan dapat menikmatinya langsung di lokasi atau membawanya sebagai oleh-oleh khas Winduaji.

Digitalisasi dan Kelembagaan Desa Wisata

Dari sisi digitalisasi dan kelembagaan, Dr. Lasmedi Afuan, S.T., M.Cs. dari Prodi Informatika Unsoed menekankan pentingnya promosi digital desa wisata tersebut.

“Desa Winduaji sudah ditetapkan sebagai desa wisata melalui SK Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes No. 556/0206/2018 dan Keputusan Bupati Brebes No. 430/357 Tahun 2020. Karena itu, website promosi wisata sangat dibutuhkan, sekaligus perlu dilakukan reorganisasi dan penguatan kelembagaan Pokdarwis agar lebih efektif,” ujarnya.

Penguatan Manajemen Usaha

Dr. Isnaeni Rokhayati, S.E., M.Si. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwiku Purwokerto menambahkan bahwa kedua kelompok dampingan membutuhkan penguatan manajemen usaha.

“Kami memberikan pembinaan manajemen kelompok dan usaha agar mereka mampu mengelola potensi ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan,” tuturnya.

Studi Banding untuk Peningkatan Wawasan

Sebagai upaya peningkatan wawasan, kelompok Pokdarwis telah melakukan studi banding ke RM Jejamuran, Sleman, Yogyakarta pada 27 September 2025. Sedangkan kelompok Tiram Agro Makmur berkunjung ke CV Asa Agro Corporation di Cianjur pada 3 Oktober 2025 lalu.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa

Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Winduaji. Kepala Desa, H. Abdurahman, menyampaikan pihaknya mengalokasikan dana desa sebesar Rp124.554.000 untuk mendukung kegiatan pemberdayaan tersebut.

“Dana desa kami gunakan untuk membangun infrastruktur seperti kumbung jamur, warung kuliner, dan display produk jejamuran di Obyek Wisata Tuksirah,” kata H. Abdurahman.

Ia menjelaskan, pembangunan fisik dilakukan di lahan Perhutani yang dikelola untuk wisata, sementara alat dan bahan operasional difasilitasi oleh Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) melalui dana program.

H. Abdurahman juga menyampaikan apresiasi kepada LPPM Unsoed, LPPM Unwiku Purwokerto, serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendikbudristek atas dukungan pendanaan, tenaga, dan pemikiran.

“Kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat Desa Winduaji,” imbuhnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan