
Workshop untuk Membentuk Pola Pikir Wirausaha di Unsultra
Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) baru-baru ini menggelar Workshop Extraordinary Entrepreneurial Mindset di Gedung WTC Unsultra, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Acara yang berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) ini dihadiri oleh para mahasiswa dan sivitas akademika, bertujuan untuk menumbuhkan pola pikir kewirausahaan sejak dini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda. Salah satu poin penting dalam workshop ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unsultra dengan Asosiasi Profesi Praktisi Manajemen Talenta (Asprima). Kerjasama ini mencakup penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk pelaksanaan pelatihan yang bertujuan untuk mendorong tumbuhnya wirausaha muda di lingkungan kampus.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Workshop kali ini juga menghadirkan pembicara ternama, yaitu Prof Roy Darmawan, advisor for Dean of College of Asean Studies, Guangxi University for Nationalities. Ia memberikan pandangan tentang pentingnya membangun dasar kewirausahaan yang kuat melalui pemahaman terhadap tujuan dan nilai-nilai yang dianut.
Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun, menjelaskan bahwa kerjasama dengan Asprima merupakan langkah strategis untuk memperluas gerakan kewirausahaan di kampus. Menurutnya, Unsultra tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus bergandengan tangan dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara.
Melalui workshop ini, diharapkan semangat dan karakter kewirausahaan mahasiswa dapat terbentuk. Selain itu, pola pikir mereka akan diubah agar lebih siap menghadapi tantangan dunia usaha. “Kerjasama ini menjadi motor penggerak untuk mendukung komitmen kami memperkuat ekonomi dengan menyiapkan pengusaha muda, termasuk dukungan sertifikat kompetensi bila diperlukan,” ujarnya.
Prof Roy menekankan bahwa dasar memulai bisnis adalah memahami tujuan dan nilai yang dianut. Mahasiswa perlu melihat peluang, berani mengambil risiko, serta memiliki pola pikir yang positif agar dapat memulai dan mengembangkan usaha sejak dini.
Ke depan, kerjasama Unsultra dengan Prof Roy akan difokuskan pada penyebaran mindset wirausaha, membuka akses bisnis, serta memperkuat kolaborasi lainnya untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih solid di kampus. “Dengan visi Rektor Unsultra, kami yakin upaya ini akan terus berkelanjutan dan memberikan dampak semakin besar,” jelasnya.
Tujuan dan Manfaat Workshop
- Membangun pola pikir kewirausahaan: Workshop ini dirancang untuk mengubah cara pandang mahasiswa terhadap dunia usaha.
- Meningkatkan kesadaran akan peluang bisnis: Peserta diajarkan untuk mengenali peluang dan berani mengambil risiko.
- Membuka akses bisnis: Melalui kerjasama dengan berbagai pihak, peserta diberi kesempatan untuk memperluas jaringan dan akses ke sumber daya.
- Meningkatkan kompetensi: Sertifikat kompetensi disediakan sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang dimiliki peserta.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Unsultra
- Penandatanganan MoU dengan Asprima: Memperkuat kolaborasi dalam penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
- Pelibatan pakar kewirausahaan: Mengundang ahli seperti Prof Roy Darmawan untuk memberikan wawasan dan panduan.
- Pelatihan dan seminar: Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi.
- Pengembangan ekosistem kewirausahaan: Menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan kewirausahaan.