
Penjelasan Universitas Udayana Mengenai Kematian Timothy Anugrah Saputra
Universitas Udayana (Unud) secara tegas membantah narasi yang beredar di masyarakat mengenai alasan kematian Timothy Anugrah Saputra. Kasus ini terus menjadi sorotan publik, dan beberapa spekulasi muncul, termasuk dugaan bahwa Timothy nekat mengakhiri hidupnya karena tekanan skripsi.
Spekulasi ini muncul setelah pihak kepolisian menyampaikan pernyataan bahwa tidak ditemukan bukti adanya perundungan yang menjadi penyebab kematian korban. Dalam penjelasannya, Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Laksmi Trisnadewi, menyebut bahwa hasil penyelidikan melibatkan 19 orang saksi, termasuk teman-teman dekat, dosen, dan keluarga. Dari keterangan para saksi tersebut, disimpulkan bahwa kemungkinan besar Timothy tidak menjadi korban perundungan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Laksmi menjelaskan bahwa sosok Timothy dinilai sebagai pribadi yang cerdas, berprinsip, dan tegas. Karakteristik ini membuatnya tidak mudah menjadi target perundungan. Ia juga menepis kemungkinan bahwa kematian Timothy disebabkan oleh kecelakaan, seperti terpeleset dari lantai empat gedung kampus.
"Jika untuk jatuh terpeleset, itu tidak mungkin. Di sana ada pagar atau balkon. Lebih memungkinkan korban naik, kemudian jatuh," ujar Laksmi.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa penyidik menduga kuat bahwa Timothy melakukan bunuh diri dengan melompat. Meski demikian, tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut secara langsung.
Penjelasan dari Pihak Universitas Udayana
Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Dewi Pascarini, membantah informasi yang menyebut bahwa tekanan dalam menyelesaikan skripsi menjadi pemicu kematian Timothy. Menurutnya, hal ini diketahui dari keterangan dosen pembimbing skripsi Timothy. Proses bimbingan skripsi baru berjalan selama 20 hari dan telah dilakukan dua kali pembimbingan. Dewi menegaskan bahwa proses bimbingan berjalan baik dan tidak ada keluhan dari Timothy selama masa bimbingan.
Selain itu, dosen pembimbing skripsi juga selalu mengakomodir topik yang diajukan oleh Timothy. Tidak ada catatan atau keluhan yang diberikan oleh korban selama proses bimbingan berlangsung.
Kronologi Kematian Timothy Anugrah Saputra
Peristiwa tragis terjadi di Kampus Sudirman Universitas Udayana pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 09.00 WITA. Seorang mahasiswa bernama Timothy diduga melompat dari lantai dua Gedung FISIP. Akibat kejadian tersebut, Timothy mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh, seperti lengan kanan, paha kanan, dan tulang panggul.
Menurut Humas RSUP Prof IGNG Ngoerah, I Dewa Ketut Kresna, korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan tiba sekitar pukul 09.44 WITA. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Salah satu saksi, NKGA (21), mengaku sempat melihat Timothy keluar dari arah lift kampus dengan membawa tas ransel dan mengenakan baju putih. Ia merasa curiga karena Timothy tampak panik dan terus memperhatikan sekeliling kampus.
Beberapa saat kemudian, saksi lain berinisial D melihat sepasang sepatu tergeletak di bangku tempat Timothy sempat duduk. Diduga, sepatu itu milik Timothy dan dilepas sebelum peristiwa tragis tersebut.
Wakil Rektor Unud, Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, mengatakan bahwa sebelum kejadian, Timothy sempat mondar-mandir di lantai empat Gedung FISIP. Saat jam perkuliahan, hanya beberapa orang mahasiswa yang melihatnya berjalan-jalan di lantai tersebut.
Tak lama kemudian, ditemukan tas dan sepatu yang diduga milik Timothy di sekitar lantai empat gedung tersebut. Wirya menambahkan, dosen dan mahasiswa yang berada di lantai satu sempat terkejut saat melihat seseorang jatuh dari lantai atas yang ternyata adalah Timothy.
Timothy tergeletak di depan pintu masuk FISIP Unud dan masih dalam kondisi sadar. Setelah itu, ia langsung dibawa ke IGD RS Ngoerah untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut Wirya, sebelum peristiwa itu terjadi, Timothy sempat memberi tahu ibunya bahwa ia akan melakukan bimbingan skripsi.
Catatan Penting
Artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi atau menyebarkan ide mengenai bunuh diri. Jika Anda atau orang terdekat Anda sedang menghadapi tekanan mental, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Anda tidak sendirian, dan ada banyak pihak yang siap mendampingi. Anda bisa menghubungi layanan konseling seperti Yayasan Into The Light Indonesia atau melalui kontak darurat lainnya.