
Pelantikan Rektor Unusa: Prof. Triyogi Yuwono Pimpin Kampus Islam untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) secara resmi melantik Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN.Eng. sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) periode 20252030. Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium Lantai 9 Unusa Tower, Kampus B, pada Sabtu (25/10) sore. Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua YARSIS, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pelantikan ini juga menjadi momen penghargaan dan pelepasan bagi Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., yang telah memimpin Unusa selama dua periode penuh. Dalam sambutannya, Prof. Nuh menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan di perguruan tinggi merupakan bagian dari dinamika kelembagaan yang sehat. Ia berharap, kehadiran Prof. Triyogi akan membawa Unusa ke fase yang lebih progresif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Tantangan ke depan tidak akan berhenti, bahkan semakin kompleks. Estafet kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian, tetapi kesinambungan. Apa yang sudah baik harus dipertahankan dan dikembangkan, ujar Prof. Nuh.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Prof. Jazidie atas dedikasi dan prestasinya selama sepuluh tahun memimpin Unusa. Prestasi Unusa melampaui usianya. Terima kasih atas kontribusi besar dalam pengembangan tridarma perguruan tinggi, tambahnya.
Visi Prof. Triyogi: Agen Perubahan Sosial
Dalam konferensi pers seusai pelantikan, Prof. Triyogi menyatakan komitmennya untuk membawa Unusa menjadi agen perubahan sosial yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, Unusa harus hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai institusi yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan, tegas mantan Rektor ITS periode 20112015 itu.
Prof. Triyogi menyoroti posisi Unusa yang kini telah masuk peringkat 601800 dunia dalam THE Impact Rankings untuk kategori SDGs-3 (Good Health & Well-Being). Ia bertekad memperkuat riset, kolaborasi nasional dan internasional, serta inovasi di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Selain melanjutkan program yang telah dibangun rektor sebelumnya, Triyogi juga akan memperkuat publikasi dan branding kampus di tingkat nasional maupun global. Ia menargetkan pada tahun 2030, jumlah mahasiswa Unusa mencapai 8.000 orang, dengan 10 persen pendapatan kampus bersumber dari produk inovasi dan kerja sama, bukan hanya dari biaya pendidikan.
Transformasi Unusa: Branding Baru dan Jaringan Global
Sebagai bagian dari transformasi global, Triyogi menggagas branding baru Unusa sebagai The Islamic Digital Health & Education University. Konsep ini mengintegrasikan keunggulan Unusa di bidang kesehatan, digitalisasi, pendidikan, dan nilai-nilai Islam.
Selain itu, ia juga akan memperluas jejaring internasional melalui program beasiswa mahasiswa asing muslim, pertukaran dosen, dan visiting professor series. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Unusa dalam indikator internasionalisasi THE Impact Rankings.
Amanah ini sangat berat, tapi saya yakin dengan kerja sama seluruh civitas akademika, Unusa bisa melangkah lebih jauh dan menjadi kampus Islam unggulan yang berdampak global, pungkas Prof. Triyogi.