
Perkenalan dan Pernyataan Menteri Perdagangan
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan harapan bahwa Meksiko akan membebaskan Indonesia dari rencana pengenaan tarif impor sebesar 50 persen yang direncanakan mulai berlaku pada tahun depan. “Tarif belum ditetapkan, tapi kita berharap Indonesia tidak dikenai,” ujar Budi saat berada di Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada Rabu, 10 Desember 2025, Senat Meksiko telah menyetujui rancangan undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan tarif hingga 50 persen terhadap negara-negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko. Negara-negara yang terancam mendapat tarif 50 persen antara lain Cina, Thailand, India, Korea Selatan, dan Indonesia.
Respons dan Rencana Kerja Sama Dagang
Menanggapi langkah Meksiko, Menteri Budi berencana untuk menjalin kerja sama dagang dengan negara yang dipimpin oleh Claudia Sheinbaum Pardo. Ia optimistis bahwa Indonesia akan bebas dari tarif impor 50 persen dari Meksiko jika menjalin kerja sama dagang. Namun, ia belum menjelaskan jenis kerja sama dagang yang akan digunakan, apakah dalam bentuk perjanjian ekonomi komprehensif (CEPA) atau perjanjian perdagangan bebas (FTA).
“Kami berharap bisa menerapkan CEPA seperti yang ada di Peru, sehingga dapat diduplikasi,” tutur politikus Partai Amanat Nasional tersebut.
Tanggapan dari Menteri Koordinator Perekonomian
Rencana pengenaan tarif ini sebelumnya juga direspons oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. “Jika itu terjadi, maka akan berdampak pada barang yang masuk ke Meksiko, jadi bagi Indonesia tidak ada dampaknya,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 12 Desember 2025.
Politikus Golkar itu menuturkan bahwa hingga saat ini pemerintah belum memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan pemerintah Meksiko dalam rangka membahas tarif dagang.
Detail Kebijakan Tarif Impor
Keputusan pemberlakuan tarif sebesar 50 persen ini direncanakan akan berlaku pada 1 Januari mendatang. Tarif tersebut akan berlaku untuk lebih dari 1.400 lini produk, termasuk mobil, suku cadang kendaraan, tekstil, pakaian, baja, plastik, alas kaki, dan peralatan rumah tangga. Presiden Meksiko Sheinbaum menyatakan kebijakan tersebut sebagai upaya untuk mendukung produksi dalam negeri.
Penutup
Anastasya Lavenia Yudi berkontribusi dalam penulisan artikel ini.