Banjir Melanda Enam Desa di Kabupaten Bima
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima selama dua hari berturut-turut memicu banjir di sejumlah titik. Sedikitnya enam desa di dua kecamatan kembali terendam air, menjadikan daerah-daerah ini langganan banjir tahunan yang terus menghantui warga setiap musim hujan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, H. Isyrah, membenarkan bahwa banjir terjadi sejak Rabu hingga Kamis (6β7 November 2025). Debit air yang tinggi membuat Sungai-sungai di kawasan Sanggar dan Madapangga meluap, merendam rumah, sekolah, hingga fasilitas umum.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
βRabu dan Kamis banjir besar melanda enam desa di dua kecamatan. Sejumlah fasilitas umum rusak, rumah warga terendam, bahkan ada yang roboh terbawa arus,β ujar Isyrah saat dikonfirmasi, Sabtu (8/11/25).

Daftar 6 Desa Langganan Banjir di Kabupaten Bima
1. Desa Boro (Kecamatan Sanggar)
Desa Boro menjadi kawasan yang paling sering terdampak setiap kali hujan deras turun. Sistem drainase yang belum memadai membuat air dari pegunungan meluap ke pemukiman dan lahan warga.
Ketinggian air mencapai 20β50 cm*, merendam 4 rumah warga di RT 06 RW 03 Dusun Benteng dan menyebabkan satu pagar rumah roboh. Akses jalan lintas Tambora juga sempat macet total karena tergenang air.
2. Desa Kore (Kecamatan Sanggar)
Masih di Kecamatan Sanggar, Desa Kore juga mengalami nasib serupa. Banjir kiriman dari pegunungan menyebabkan jembatan darurat yang sedang dibangun rusak dan jalan lintas Tambora terendam.
Ketinggian air mencapai 20β50 cm, menghambat aktivitas warga dan kendaraan yang melintas.
3. Desa Sandue (Kecamatan Sanggar)
Desa Sandue termasuk daerah yang hampir tiap tahun dilanda banjir. Menurut laporan BPBD, ketinggian air antara 30β50 cm menutup jalan lingkungan dan akses utama warga.
Genangan air juga merambah ke permukiman, menyebabkan sebagian warga harus mengungsi sementara ke rumah keluarga terdekat.
4. Desa Monggo (Kecamatan Madapangga)
Banjir di Desa Monggo disebut terparah dalam kejadian kali ini. Air meluap dari sungai setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah Madapangga.
Ketinggian air mencapai 30β120 cm, merendam sekitar 580 rumah warga, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Warga bekerja bakti membersihkan lumpur yang menumpuk di halaman rumah dan jalan desa.
5. Desa Ncandi (Kecamatan Madapangga)
Di Desa Ncandi, air setinggi 30β120 cm merendam 28 rumah dan satu sekolah dasar (SDN 1 Ncandi). Warga di RT 01 dan RT 04 yang rumahnya terendam kini mulai membersihkan lumpur sisa banjir. Meski air sudah surut, banyak warga masih khawatir karena curah hujan diperkirakan masih tinggi.
6. Desa Dena dan Bolo (Kecamatan Madapangga)
Selain Ncandi, Desa Dena juga terdampak banjir akibat luapan sungai. Sebanyak 35 rumah warga terendam air setinggi 30β120 cm. Sementara di Desa Bolo, sebuah pohon besar tumbang di depan gudang PT CPI, memblokir jalan dan menyebabkan kemacetan. Warga bergotong royong menyingkirkan pohon tumbang agar jalan bisa dilalui kembali.
Imbauan BPBD untuk Masyarakat
Kepala BPBD H. Isyrah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana lanjutan, seperti banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor.
Ia juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan warga dan pemerintah desa dalam melakukan pembersihan drainase serta penguatan tebing sungai.
βKami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan,β tutup Isyrah.
Sebagai informasi, Wilayah terdampak: 6 desa di 2 kecamatan (Sanggar dan Madapangga), Rumah terendam Lebih dari 650 unit, Fasilitas umum rusak seperti Sekolah, jalan lintas Tambora, jembatan darurat dan Ketinggian air mencapai 20β120 cm, serta status terkini Air surut, warga Bersih-bersih pascabanjir.