
Kasus Kematian Mahasiswa di Bali Memasuki Tahap Baru
Kasus kematian mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra, atau yang dikenal dengan nama TAS, 22 tahun, memasuki babak baru. Kejadian ini menarik perhatian publik dan pihak berwajib setelah polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematiannya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pemeriksaan Perangkat Elektronik Korban
Menurut Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, polisi telah memeriksa ponsel dan laptop milik korban. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda yang mengarah pada kecurigaan adanya tindakan bunuh diri.
"Ada perangkat dari korban yang kami berusaha dalami, untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda penyebab yang bersangkutan melakukan bunuh diri. Ada ponsel dan laptop," ujar Kombes Ariasandy.
Pemeriksaan perangkat tersebut dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari orang tua korban. Saat ini, ponsel dan laptop tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Direktorat Reserse Siber Polda Bali.
Analisis Hubungan dengan Komunikasi di Perangkat
Perwira menengah Polri ini menjelaskan bahwa penyidik masih menganalisis apakah ada hubungan antara kematian korban dengan pola komunikasi yang ada di dalam perangkat tersebut. Namun, juga tidak menutup kemungkinan bahwa tidak ada hubungan sama sekali antara isi ponsel dan laptop tersebut dengan kejadian kematian korban.
Proses Penyelidikan yang Masih Berlangsung
Kombes Ariasandy memastikan bahwa penyidik Polda Bali akan membuka penyelidikan tersebut kepada publik setelah dilakukan penyelidikan lebih dalam. "Masih kami selidiki, begitu sudah selesai, baru kami bisa pastikan apakah kejadiannya ada indikasi ke pidana, dia kecelakaan, atau dia memang betul-betul bunuh diri," ucapnya.
Kejadian Kematian Korban
Timothy Anugerah Saputra ditemukan meninggal dunia pada Rabu (15/10) pagi setelah diduga melompat dari lantai empat gedung FISIP Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Ia diduga dirundung rekan sebaya di lingkungan kampus maupun melalui grup percakapan daring.
Korban sempat dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar setelah ditemukan dalam keadaan luka parah. Namun, tim medis menyatakan nyawa korban tidak bisa tertolong.
Pemeriksaan CCTV Gedung FISIP Unud
Polda Bali telah memeriksa CCTV Gedung FISIP Unud dari rentang tanggal 15-20 Oktober 2025. Dari pemeriksaan tersebut, polisi menyatakan tidak dapat melihat lokasi yang diduga merupakan tempat bunuh diri korban. Tak ada satu pun CCTV yang menyorot lokasi tempat korban melakukan bunuh diri.
"Ada tiga CCTV yang statis, tidak bisa digerakkan, mengarahnya ke tangga, kemudian ke bangunan, tetapi tidak cover lokasi korban diduga bunuh diri," tuturnya.