Update Terbaru: 13 Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat, Ini Kondisi Pelaku

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Update Terbaru: 13 Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat, Ini Kondisi Pelaku
Update Terbaru: 13 Korban Ledakan SMAN 72 Masih Dirawat, Ini Kondisi Pelaku

Perkembangan Kondisi Korban dan Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih merilis informasi terbaru mengenai kondisi korban dan terduga pelaku ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta Utara pada Jumat, 7 November 2025. Hingga Senin, 10 November 2025, sebanyak 13 korban masih menjalani perawatan medis dari total 96 orang yang terdampak insiden tersebut.

Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih, Pradono Handojo, menyampaikan bahwa seluruh pasien menunjukkan perkembangan positif. Dari 13 korban yang masih dirawat, 11 pasien berada di ruang rawat inap, satu di High Care Unit (HCU), dan satu lagi di Intensive Care Unit (ICU). “Yang dirawat di ruang rawat inap ada 11 orang, satu di HCU, dan satu lagi di ICU. Dua pasien di HCU dan ICU kondisinya stabil, tapi belum bisa dipindahkan ke ruang rawat biasa,” ujar Pradono di Jakarta, Senin 10 November 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pasien diperkirakan dapat pulang dalam tiga hingga lima hari ke depan, tergantung hasil evaluasi tim medis. “Alhamdulillah, dikabarkan nanti sore sudah ada satu pasien yang bisa pulang. Secara umum kondisinya membaik secara bertahap,” katanya. Pradono menegaskan bahwa rumah sakit memberikan perawatan yang sama kepada semua korban, termasuk terduga pelaku. Namun, ia menolak memberikan detail kondisi medis pelaku dengan alasan etika dan kewenangan hukum.

“Kami memberikan perawatan kepada semua korban, termasuk terduga pelaku. Namun, kami tidak diotorisasikan untuk menyampaikan lebih jauh karena yang bersangkutan masih dalam proses penyelidikan dan menjadi kewenangan Polri,” ujarnya. Secara umum, ia memastikan kondisi seluruh pasien kini stabil dan berangsur pulih.

Fakta Terbaru dari Penyelidikan

Berdasarkan hasil penyelidikan Densus 88 Antiteror Polri, diketahui terduga pelaku membawa tujuh bahan peledak saat kejadian. Dari jumlah itu, empat bahan peledak meledak di dua titik berbeda, sementara tiga lainnya berhasil diamankan. Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyebut bahan-bahan peledak yang tidak meledak telah diamankan untuk penyelidikan lanjutan. “Bahan peledak yang tidak meledak telah disita untuk penyelidikan,” jelasnya dalam keterangan resmi pada Minggu, 9 November 2025.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa pelaku merupakan siswa aktif SMAN 72 Jakarta. Polisi tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan pelaku dengan paparan konten ekstrem di media sosial atau faktor pribadi lainnya. “Itu menjadi bagian yang kita dalami, apakah dia ikut paham tertentu, terpapar suatu konten, atau hal-hal lain yang membuat dia tertarik,” ujar Sigit.

Ia juga menambahkan bahwa penyidik masih mengumpulkan keterangan tambahan, termasuk dari keluarga dan aktivitas digital pelaku. “Kami memeriksa media sosial dan keluarga untuk mendapatkan gambaran menyeluruh,” tuturnya. Kapolri menegaskan kondisi pelaku kini mulai membaik setelah mendapat perawatan intensif. “Yang jelas, terduga pelaku kondisinya semakin membaik dan mudah-mudahan ini akan mempermudah kami nantinya dalam proses pemeriksaan,” katanya.

Aktivitas Sekolah Berjalan Daring

Pasca insiden, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta telah kembali berjalan secara daring mulai Senin, 10 November 2025. Sistem pembelajaran jarak jauh ini akan diterapkan sementara sebelum dievaluasi untuk kembali ke pembelajaran tatap muka pada 17 November 2025 mendatang.

Ledakan di SMAN 72 terjadi di masjid sekolah sekitar pukul 12.15 WIB saat salat Jumat berlangsung. Ledakan pertama terdengar dari mushala lantai tiga saat khotbah kedua, disusul ledakan kedua dari area kantin di belakang sekolah. Insiden ini menyebabkan puluhan siswa dan guru luka-luka serta merusak sejumlah fasilitas sekolah.

Tim Penjinak Bom (Jibom) dan kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti bom rakitan, remote, airsoft gun laras panjang, serta revolver dari lokasi kejadian. Proses penyisiran dan investigasi masih terus berlangsung untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan