Usulkan 5 Dokar dan 6 Kuda ke Pemkot, Legislator PKB Palu: Identitas Budaya

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Usulkan 5 Dokar dan 6 Kuda ke Pemkot, Legislator PKB Palu: Identitas Budaya
Usulkan 5 Dokar dan 6 Kuda ke Pemkot, Legislator PKB Palu: Identitas Budaya

Inisiatif Anggota DPRD Palu untuk Melestarikan Dokar

Sebagai bagian dari upaya melestarikan kebudayaan lokal, anggota DPRD Palu, Andris, menginisiasi langkah-langkah konkret untuk menjaga keberadaan Dokar, kendaraan tradisional masyarakat Kaili yang nyaris punah. Dokar, yang sebelumnya menjadi alat transportasi utama di wilayah ini, kini semakin langka dan hampir tidak terlihat di Kota Palu.

Andris mengusulkan pengadaan lima unit Dokar dan enam ekor kuda yang akan ditempatkan di kawasan wisata dan budaya di Kecamatan Palu Selatan dan Tatanga. Ia menekankan bahwa Dokar bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Kaili yang perlu dilestarikan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Dokar ini bukan sekadar alat transportasi. Ini bagian dari identitas budaya kita. Sayang kalau dibiarkan hilang begitu saja,” ujarnya.

Sebagai putra asli Kaili, Andris memiliki ketertarikan khusus terhadap kendaraan tradisional dan aktivitas seperti pacuan sapi. Ia prihatin melihat Dokar kini nyaris tak terlihat lagi di Kota Palu. Menurutnya, sebagian Dokar yang tersisa bahkan berasal dari luar daerah seperti Gorontalo.

“Dulu di Kampung Tengah hampir setiap rumah punya dokar. Sekarang sudah benar-benar hilang. Ini waktunya kita hidupkan lagi,” tambahnya.

Pengadaan Dokar dan kuda ini tidak berasal dari pokok pikiran Andris sebagai anggota dewan, melainkan hasil komunikasi langsung dengan Pemerintah Kota Palu. Ia menyebut, usulan tersebut mendapat persetujuan prinsip dari Pemkot Palu.

“Saya usulkan di luar Pokir. Nilainya sekitar Rp300 juta, dan nantinya tetap menjadi aset milik pemerintah,” jelasnya.

Andris berharap Dokar dapat diintegrasikan dalam berbagai kegiatan wisata, seperti car free day, serta event budaya seperti pawai dan HUT Kota Palu. Ia mencontohkan Jogja, di mana andong menjadi daya tarik wisata. Palu juga bisa melakukan hal serupa, asalkan dikelola dengan baik.

“Di Jogja, andong jadi daya tarik wisata. Palu juga bisa seperti itu, tinggal bagaimana dikelola,” tambahnya.

Selain nilai budaya, Dokar dinilai lebih terjangkau dibandingkan kuda pacu yang harganya bisa mencapai Rp80 juta per ekor. Andris menilai bahwa dengan adanya Dokar, masyarakat bisa lebih mudah ikut serta dalam pengelolaannya.

“Kalau kuda pacu, yang bisa ikut cuma yang punya modal. Tapi kalau dokar, masyarakat bisa ikut mengelola, dan itu lebih berdaya,” katanya.

Ia berharap pelestarian Dokar mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah. Menurutnya, tantangan utama bukan hanya soal biaya, tetapi juga perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin bergantung pada kendaraan bermotor.

“Sekarang tinggal bangun kesadaran bersama. Kalau dikelola serius, dokar masih punya masa depan di Kota Palu,” pungkasnya.

Tujuan dan Langkah Konkret

Beberapa langkah konkret telah direncanakan untuk memastikan keberlanjutan Dokar di Kota Palu:

  • Pengadaan Unit Dokar dan Kuda: Dengan anggaran sekitar Rp300 juta, lima unit Dokar dan enam ekor kuda akan disediakan.
  • Lokasi Pemasangan: Dokar dan kuda akan ditempatkan di kawasan wisata dan budaya di Kecamatan Palu Selatan dan Tatanga.
  • Integrasi dalam Kegiatan Wisata: Dokar akan diintegrasikan dalam kegiatan wisata, car free day, dan event budaya seperti pawai dan HUT Kota Palu.
  • Pengelolaan oleh Masyarakat: Masyarakat akan diberi kesempatan untuk ikut serta dalam pengelolaan Dokar, sehingga meningkatkan partisipasi dan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan