
Penyelesaian Utang KCIC Jadi Fokus Utama Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa utang PT Kereta Cepat Jakarta China (KCIC) kepada Tiongkok harus segera diselesaikan. Hal ini menjadi prioritas agar tidak mengganggu rencana pengembangan proyek kereta cepat hingga ke Surabaya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut AHY, utang yang perlu segera ditangani bukan hanya masalah finansial, tetapi juga untuk memastikan kelancaran pembangunan infrastruktur transportasi yang lebih luas. Ia menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta.
"Utang yang harus segera diselesaikan ini juga tidak boleh kemudian menghambat rencana besar kita untuk mengembangkan konektivitas berikutnya, yaitu dari Jakarta sampai dengan Surabaya," ujar AHY.
Saat ini, pemerintah masih mencari opsi terbaik untuk melakukan restrukturisasi utang proyek kereta cepat. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah jika Danantara akan menanggung utang hasil dari restrukturisasi tersebut. Namun, AHY menegaskan bahwa semua opsi yang ada belum menjadi keputusan final.
"Saya tidak bisa menyampaikan secara final karena memang masih dikembangkan opsi-opsinya dan masih dihitung semuanya, segala sesuatunya," jelas AHY.
Ia menambahkan, pemerintah juga akan melibatkan Kementerian Keuangan dalam proses penyelesaian utang tersebut. "Apakah Danantara bisa menghandle, dan juga bagaimana nanti Kementerian Keuangan bisa berkontribusi dan lain sebagainya. Jadi artinya kami masih terus menunggu arahan Bapak Presiden juga sambil terus mengembangkan berbagai opsi yang paling baik dan berkelanjutan," tambahnya.
Setelah restrukturisasi utang selesai, pemerintah akan mulai membahas pengembangan kereta cepat fase selanjutnya, yakni dari Jakarta hingga Surabaya.
Langkah Konkret Dalam Penyelesaian Utang KCIC
Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk menuntaskan persoalan utang KCIC ke Tiongkok. Menurut Luhut, penerbitan Keppres ini berkaitan langsung dengan restrukturisasi utang KCIC.
"Ya itu kan harus restrukturisasinya. Sekarang sedang dikerjakan, dari kantor saya Seto yang paham betul mengenai itu. Dan tadi pagi saya tanya, kita tinggal tunggu Keppres saja," ujar Luhut dalam acara "1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran".
Luhut juga menyebut bahwa Rosan Roeslani, CEO KCIC, sudah sepakat untuk menangani utang KCIC bersama. Meskipun demikian, ia belum dapat memastikan apakah pembayaran utang akan diambil dari dividen Danantara.
"Nanti kita lihat lah. Sama dengan LRT mungkin ada gap-nya itu berapa triliun nanti dari situ kita cicil sehingga dengan itu nanti bisa jalan," jelasnya.
Ia sempat menyinggung soal proyek Light Rail Transit (LRT) yang pernah mengalami masalah keuangan dan diselesaikan melalui restrukturisasi.
"LRT ini apa endak masalah? Masalah. Kita restructuring, kan beres. Ini juga sama (kereta cepat)," tegas Luhut.