
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia pada Oktober 2025
Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 mencapai US$ 423,9 miliar atau sekitar Rp 7.062 triliun. Angka ini dihitung berdasarkan kurs Rp 16.659 per dolar AS pada Senin, 15 Desember 2025. Nilai ini sedikit menurun dibandingkan posisi ULN pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 425,6 miliar. Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh sebesar 0,3 persen.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa ULN pemerintah pada Oktober tetap terjaga. Posisi ULN pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 210,5 miliar atau meningkat 4,7 persen secara year on year.
“Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Hal ini terjadi karena kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang positif, meskipun ada peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global,” ujar Denny dalam keterangan resmi pada Senin, 15 Desember 2025.
Penggunaan Utang Luar Negeri Pemerintah
Berdasarkan sektor ekonomi, utang luar negeri pemerintah digunakan untuk mendukung beberapa sektor penting. Di antaranya adalah:
- Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial: 22,2 persen dari total ULN Pemerintah
- Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib: 19,6 persen
- Jasa Pendidikan: 16,4 persen
- Konstruksi: 11,7 persen
- Transportasi dan Pergudangan: 8,6 persen
Posisi ULN pemerintah didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.
Penurunan Utang Luar Negeri Swasta
Sementara itu, ULN swasta mengalami penurunan. Pada Oktober 2025, posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 190,7 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi pada September 2025 yang sebesar US$ 192,5 miliar. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,9 persen.
Denny menjelaskan bahwa penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan dan perusahaan bukan lembaga keuangan. Adapun ULN kelompok peminjam lembaga keuangan mengalami kontraksi sebesar 4,7 persen (yoy), sementara perusahaan bukan lembaga keuangan mengalami kontraksi sebesar 1,2 persen (yoy).
Sektor yang Mendominasi ULN Swasta
Berdasarkan sektor ekonomi, posisi ULN swasta terbesar berasal dari sektor-sektor berikut:
- Industri Pengolahan
- Jasa Keuangan dan Asuransi
- Pengadaan Listrik dan Gas
- Pertambangan & Penggalian
Pangsa dari sektor-sektor ini mencapai 80,9 persen terhadap total ULN swasta.
Rasio Utang Luar Negeri terhadap PDB
Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 29,3 persen pada Oktober 2025. ULN didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 86,2 persen dari total pinjaman.
“Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” ujar Denny.