
jatim.aiotrade.app, SURABAYA - Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya menyelenggarakan acara wisuda program sarjana tahun 2025 di Dyandra Convention Center pada hari Minggu (19/10). Acara ini dihadiri oleh sebanyak 363 wisudawan dari berbagai program studi yang resmi dikukuhkan dalam sebuah perayaan yang penuh makna dan semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Rektor UWP Dr Budi Endarto, SH., M.Hum menekankan bahwa perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya mencetak lulusan. Ia menjelaskan bahwa konsep kampus berdampak yang diterapkan UWP berasal dari paradigma bahwa eksistensi lembaga pendidikan harus memberi manfaat bagi masyarakat maupun dunia industri.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Di UWP, kami fokus pada masyarakat,” ujar Budi. Menurutnya, semangat tersebut diterjemahkan melalui pendekatan sociopreneurship, yaitu bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki dosen serta mahasiswa dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial.
“Kampus berdampak itu sederhana: mampu mengidentifikasi masalah sosial, menemukan inovasi untuk menjawabnya, dan menghadirkan social impact nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
UWP telah mendorong mahasiswa aktif mengikuti berbagai kompetisi nasional agar mereka tidak hanya berorganisasi, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial di sekitar. Dalam kesempatan itu, Budi juga menyoroti capaian riset dan pengabdian masyarakat UWP yang terus meningkat. Pada 2025, UWP memperoleh 17 hibah penelitian dan pengabdian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dengan total pendanaan lebih dari Rp3 miliar.
“Kalau dari sisi kuantitas penelitian, kami peringkat kelima di Jawa Timur, sedangkan untuk pengabdian masyarakat kami nomor dua. Ini bukti bahwa meskipun kami kampus kecil, tetapi small but powerful,” tegas Budi.
Budi menyebut UWP memiliki kesamaan visi dengan pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai pilar ekonomi nasional. Salah satu guru besar UWP, Prof Nugroho Madi Wibowo yang fokus meneliti dan mengembangkan inovasi di sektor UMKM batik di sejumlah daerah seperti Bangkalan, Tuban, Jombang, dan Gresik.
“Prof Nugroho menemukan bahwa batik bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga spirit bangsa yang perlu diperkuat dengan inovasi sosial, teknologi ramah lingkungan, dan digital marketing,” ujar Budi.
Dia menegaskan peran perguruan tinggi sangat penting dalam membantu pemerintah memperkuat sektor UMKM agar mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
“Kalau kita bicara menuju Indonesia Emas 2045, salah satu kuncinya adalah memperkuat kemampuan UMKM. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kampus harus ikut terlibat,” pungkasnya.