Video: Detik-detik Trump Nyaris Jadi Korban Tembakan di Hotel Washington Hilton

Video: Detik-detik Trump Nyaris Jadi Korban Tembakan di Hotel Washington Hilton
Video: Detik-detik Trump Nyaris Jadi Korban Tembakan di Hotel Washington Hilton

Kekacauan di Acara Tahunan Asosiasi Koresponden Gedung Putih

Acara makan malam tahunan Asosiasi Koresponden Gedung Putih yang seharusnya menjadi momen istimewa bagi jurnalisme berubah menjadi kekacauan besar. Peristiwa ini terjadi di Hotel Washington Hilton, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (25/4/2026) malam. Suasana yang awalnya tenang tiba-tiba berubah menjadi kacau setelah seorang pria bersenjata api dan pisau menyerbu lobi hotel, tepat di luar ruang dansa utama.

Insiden ini memicu bentrokan sengit antara pelaku dengan agen Secret Service. Ribuan tamu undangan bergegas mencari perlindungan di bawah meja, mengakibatkan kepanikan yang hebat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang hadir dalam acara tersebut untuk pertama kalinya sebagai presiden, segera dikeluarkan dari panggung oleh tim keamanan.

Meski sempat tersandung saat berjalan keluar panggung dalam evakuasi yang tergesa-gesa, Trump dilaporkan selamat dan tidak terluka. Menurut laporan dari Associated Press (AP News), insiden terjadi saat para tamu sedang menikmati hidangan pembuka berupa salad kacang polong dan burrata. Tiba-tiba, suara letupan keras memecah kebisingan ruangan. Beberapa jurnalis di lokasi menyebut bahwa suara tersebut berasal dari lima hingga delapan tembakan.

Trump sendiri awalnya mengira suara tersebut adalah nampan yang jatuh. Namun, segera setelah itu, agen Secret Service bersenjata lengkap mengerumuni panggung untuk mengamankannya. "Minggir, Pak!" teriak petugas saat mengawal Presiden dan Ibu Negara Melania Trump menuju suite kepresidenan yang aman di dalam hotel.

Di dalam ruang dansa bawah tanah yang luas, ratusan jurnalis dan pejabat senior pemerintah menunduk dan bersembunyi di balik meja-meja bundar. Di tengah kepanikan, sayup-sayup terdengar nyanyian Tuhan Memberkati Amerika dari salah satu sudut ruangan saat tim keamanan mengevakuasi tamu VVIP.

Tersangka diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen (31) asal Torrance, California. Dua pejabat penegak hukum mengungkapkan bahwa Allen merupakan tamu di Washington Hilton, tempat acara tersebut diadakan. Ia berhasil menerobos barikade keamanan sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh petugas.

Dalam baku tembak tersebut, seorang petugas Secret Service terkena peluru pada bagian rompi anti pelurunya. Beruntung, petugas tersebut kini dalam masa pemulihan dan nyawanya terselamatkan berkat perlengkapan pelindung tersebut.

Pelaku Teridentifikasi dan Proses Penangkapan

Cole Tomas Allen, yang berusia 31 tahun, diketahui berasal dari Torrance, California. Informasi ini didapatkan dari dua pejabat penegak hukum yang menyatakan bahwa Allen adalah tamu di Washington Hilton, tempat acara berlangsung. Pria ini berhasil masuk ke area keamanan yang ketat sebelum akhirnya ditangkap oleh petugas keamanan.

Selama proses penangkapan, Allen membawa senjata api dan pisau, yang membuat situasi semakin memburuk. Petugas keamanan harus bertindak cepat untuk mencegah kemungkinan ancaman lebih lanjut terhadap para tamu undangan dan pejabat penting.

Respons dari Tim Keamanan

Tim keamanan, termasuk agen Secret Service, merespons dengan cepat dan efisien. Mereka langsung mengerumuni panggung tempat Presiden berada dan membawa Trump serta istrinya ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, mereka juga melakukan evakuasi terhadap tamu VVIP yang berada di ruang dansa bawah tanah.

Selama proses evakuasi, beberapa tamu terlihat panik dan berusaha mencari tempat berlindung. Di tengah kekacauan, terdengar nyanyian Tuhan Memberkati Amerika dari salah satu sudut ruangan, menunjukkan bahwa bahkan dalam situasi darurat, ada semangat dan harapan yang tetap terjaga.

Keselamatan Petugas Keamanan

Salah satu petugas Secret Service terluka dalam peristiwa ini. Ia terkena peluru yang mengenai rompi anti peluru yang ia kenakan. Meskipun cedera, petugas tersebut kini dalam masa pemulihan dan nyawanya terselamatkan berkat perlengkapan pelindung yang digunakan.

Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya perlengkapan pelindung bagi petugas keamanan, terutama dalam situasi darurat yang tidak terduga. Dengan perlengkapan yang memadai, risiko cedera atau bahkan kematian dapat diminimalkan.