VIDEO - Jaminan Rp10 Ribu Per Hari Bagi Korban Banjir Dianggap Tidak Sebanding

admin.aiotrade 19 Des 2025 3 menit 12x dilihat
VIDEO - Jaminan Rp10 Ribu Per Hari Bagi Korban Banjir Dianggap Tidak Sebanding
VIDEO - Jaminan Rp10 Ribu Per Hari Bagi Korban Banjir Dianggap Tidak Sebanding

Berbagai Skema Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatra

Pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai skema bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra. Bantuan ini mencakup jaminan hidup, bantuan penggantian perabot rumah tangga, serta program pemberdayaan ekonomi keluarga pasca-bencana.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa salah satu bentuk bantuan yang sedang dibahas adalah pemberian jaminan hidup (jadup) sebesar Rp10.000 per orang per hari. Namun, besaran tersebut masih dalam tahap rancangan dan belum ditetapkan secara final karena masih menunggu kesepakatan lintas kementerian.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Jika satu keluarga terdiri dari lima orang, maka bantuan jadupnya sekitar Rp50.000 per hari dan rencananya diberikan selama tiga bulan,” ujar Gus Ipul dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Percepatan Tanggap Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Pascabencana di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

Meski demikian, besaran jadup tersebut menuai kritik karena dinilai terlalu kecil di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit. Dengan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, biaya hidup harian masyarakat terdampak bencana dinilai tidak sebanding dengan bantuan sebesar Rp10.000 per orang per hari, terutama bagi keluarga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana.

Gus Ipul menegaskan, keputusan akhir terkait besaran jadup masih akan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta rekomendasi dari kementerian dan lembaga terkait agar bantuan benar-benar sesuai dengan kebutuhan korban.

Selain jadup, pemerintah juga menyiapkan bantuan sebesar Rp3 juta per keluarga untuk pengadaan dan pengisian kembali perabotan rumah tangga yang rusak atau hilang akibat bencana.

“Bantuan ini untuk melengkapi isi rumah seperti peralatan dapur, kursi, meja, dan kebutuhan dasar lainnya, dengan nilai Rp3 juta,” jelas Gus Ipul.

Tak hanya itu, pemerintah turut menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga terdampak. Melalui program tersebut, setiap keluarga direncanakan menerima bantuan Rp5 juta guna membantu mereka bangkit kembali secara ekonomi setelah bencana.

“Bantuan pemberdayaan ini diharapkan tidak hanya membantu korban bertahan, tetapi juga kembali produktif,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, pemerintah juga menyalurkan santunan kematian sebesar Rp15 juta bagi setiap korban jiwa yang meninggal dunia akibat bencana.

Jenis-Jenis Bantuan yang Disiapkan

  • Jaminan Hidup (Jadup)
  • Besaran: Rp10.000 per orang per hari
  • Diperkirakan diberikan selama tiga bulan
  • Untuk keluarga dengan lima anggota, total bantuan sekitar Rp50.000 per hari

  • Bantuan Penggantian Perabot Rumah Tangga

  • Besaran: Rp3 juta per keluarga
  • Digunakan untuk membeli peralatan dapur, kursi, meja, dan kebutuhan dasar lainnya

  • Program Pemberdayaan Ekonomi

  • Besaran: Rp5 juta per keluarga
  • Bertujuan untuk membantu keluarga terdampak bangkit kembali secara ekonomi

  • Santunan Kematian

  • Besaran: Rp15 juta per korban jiwa

Tantangan dan Penyesuaian

Meskipun bantuan-bantuan ini dirancang untuk membantu masyarakat terdampak, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kenaikan harga kebutuhan pokok yang membuat bantuan jadup terasa kurang cukup. Selain itu, perlu adanya evaluasi berkala untuk memastikan bahwa bantuan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Dalam hal ini, pemerintah akan terus memperhatikan situasi di lapangan dan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak agar bantuan bisa lebih efektif dan tepat sasaran.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan