Penjelasan Terkait Klaim Serangan Iran ke Kapal Induk AS
Pada bulan April 2026, beredar sebuah video di media sosial yang mengklaim menunjukkan serangan Iran terhadap kapal induk Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia. Namun, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, ternyata klaim tersebut tidak benar. Video tersebut sebenarnya merekam peristiwa serangan terhadap dua kapal minyak berbendera Malta dan Kepulauan Marshall.
Video tersebut pertama kali diunggah ke Facebook pada tanggal 21 April 2026. Dalam teks yang menyertai video tersebut, disebutkan bahwa Iran melancarkan serangan terhadap kapal induk AS sebagai balasan atas penyitaan kapal tanker Iran. Tampak dalam video, sebuah kapal sedang mengalami kebakaran hebat.

Peristiwa ini terjadi setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari 2026. Tehran kemudian meluncurkan rudal ke Israel dan beberapa titik di negara-negara Teluk. Iran juga beberapa kali mengklaim bahwa rudal mereka berhasil mengenai kapal induk AS, USS Abraham Lincoln. Namun, klaim ini dibantah oleh Washington.
Pada bulan April 2026, gencatan senjata antara AS dan Iran berlangsung selama dua minggu. Pada 8 April, kedua pihak sepakat untuk menghentikan sementara konflik di Timur Tengah. Namun, perundingan damai yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, ibu kota Pakistan, gagal mencapai kesepakatan.
Pada 21 April, Presiden AS Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata untuk memberi waktu kepada Iran agar bisa bernegosiasi. Trump juga menyatakan bahwa blokade Angkatan Laut AS atas Selat Hormuz tetap berlaku. Blokade ini dimulai setelah gagalnya negosiasi damai di Pakistan.
Klaim serangan Iran ke kapal induk AS juga beredar di Instagram, Weibo, X, dan Douyin. Namun, rekaman tersebut tidak menunjukkan serangan terhadap kapal induk AS.
Penelusuran Gambar Terbalik Mengungkap Fakta
Dengan menggunakan pencarian gambar terbalik, ditemukan akun Instagram bernama "shipspotter_hayriray" yang membagikan klip tersebut pada 13 Maret 2026. Pemilik akun ini menyebut dirinya sebagai pemantau dan analis kapal independen. Ia menyatakan bahwa klip tersebut menunjukkan dua kapal tanker minyak ZEFYROS berbendera Malta dan SAFESEA VISHNU berbendera Kepulauan Marshall.
Akun Instagram tersebut memberikan kredit video kepada Alaa Albayaty, seorang kru kapal asal Irak yang membagikan klip yang sama di akun Instagramnya pada 13 Maret. Aiotrade telah menghubungi Alaa Albayaty namun tidak mendapatkan respons.
Aiotrade sebelumnya melaporkan bahwa serangan terhadap dua kapal tanker minyak di lepas pantai Irak menewaskan sedikitnya satu kru kapal berkewarganegaraan India. Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap SAFESEA VISHNU, yang mereka anggap sebagai kapal milik AS. Namun, Iran tidak berkomentar tentang kapal yang kedua.
Bukti Tambahan dari Media Internasional
Pencarian gambar terbalik juga menemukan video serupa dari berbagai kantor media yang menunjukkan ledakan dan api yang membakar kedua kapal tersebut.

Selain itu, foto kapal ZEFYROS yang dipublikasikan oleh Reuters menunjukkan tiang depan berwarna merah yang sama dengan kapal berbendera Malta tersebut.
Aiotrade juga telah membantah berbagai misinformasi terkait perang di Timur Tengah.