
Kecelakaan Bus Pariwisata di Kudus, Penumpang Syok Akibat Bus Melaju Lurus di Tikungan Tajam
Kecelakaan tunggal yang terjadi pada Selasa (16/12/2025) lalu menghebohkan warga Kudus. Sebuah bus pariwisata bernama Karya Abadi dengan plat nomor F-7502-FL mengalami kecelakaan di tikungan tajam Desa Tergo. Kejadian ini menimpa rombongan peziarah dari Lampung Timur yang sedang melakukan perjalanan ziarah Walisongo.
Bus yang dikemudikan oleh Susanto (42 tahun) berasal dari Lampung Tengah tersebut membawa 50 penumpang yang terdiri dari berbagai usia, termasuk anak-anak, remaja, dan dewasa. Rombongan ini berangkat dari Desa Bumi Jawa, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, untuk melakukan tour ziarah yang menjadi agenda rutin dua tahun sekali.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Perjalanan dimulai pada Minggu (14/12/2025), dan rombongan sempat menginap di wilayah Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus setelah berkunjung ke Makam Sunan Muria. Pada pagi hari tanggal 16 Desember, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur. Namun, kejadian tidak terduga terjadi saat bus melintasi tikungan tajam di Desa Tergo.
Menurut keterangan Subkhi, salah satu korban sekaligus ketua rombongan, awalnya bus berjalan normal. Namun, tiba-tiba bus tidak melakukan pengereman atau belokan sama sekali di tikungan tajam. Justru, bus terus melaju lurus hingga terjun ke tebing permukiman dengan kedalaman sekitar 3-5 meter.
“Tiba-tiba saja, enggak ada aba-aba juga dari sopir, langsung terjun,” ujar Subkhi sambil masih dalam kondisi syok.
Evakuasi Korban Dilakukan oleh Warga dan Petugas
Setelah kejadian, masyarakat sekitar langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi kecelakaan. Mereka membantu evakuasi korban yang terjebak di dalam bus yang terguling. Beberapa penumpang dievakuasi menggunakan ambulance ke tempat yang lebih aman, sementara yang lain dibawa ke rumah warga terdekat.
Beberapa korban mengalami luka ringan seperti lecet di bibir, tangan, kaki, dan kepala. Selain itu, beberapa orang juga mengalami syok akibat kejadian yang tiba-tiba tersebut. Semua penumpang berhasil dievakuasi dengan bantuan jajaran Polsek Dawe dan Satlantas Polres Kudus.
Sementara itu, penanganan medis dilakukan di lokasi evakuasi. Korban yang mengalami syok berat dan luka ringan diberikan perawatan serta pijat untuk meredakan rasa nyeri. Sementara korban dalam kondisi stabil dan sehat dievakuasi ke sebuah musala terdekat bersama rombongan bus lainnya.
Pengalaman Para Korban
Seorang perempuan paruh baya yang juga merupakan korban mengungkapkan rasa kaget dan syok yang dialaminya. “Kami sebenarnya sudah sering perjalanan ziarah ini, enggak tahu hari ini dapat musibah. Semua syok, lemas, kaget tiba-tiba saja bruk, langsung pada panik,” ujarnya.
Warga sekitar, Rohmah, juga mengungkapkan bahwa ia mendengar suara cukup keras di sekitar lokasi kejadian. Awalnya, ia tidak menyangka bahwa yang terjadi adalah kecelakaan mobil. “Awalnya ada suara kencang, tak pikir pohon atau apa begitu. Dapat kabar dari tetangga ada kecelakaan, paling kecelakaan kecil, ternyata bus ziarah. Langsung keluar rumah penasaran mau lihat kondisinya,” jelas dia.
Penyebab Kecelakaan Masih dalam Penyelidikan
Hingga saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh Satlantas Polres Kudus. Meski demikian, semua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi para pengemudi dan pengunjung yang akan melakukan perjalanan di jalur-jalur yang memiliki tikungan tajam.