Berita Hoaks tentang Penahanan Suami Korban
Kabar yang menyebut bahwa suami korban, Alham Siagian, telah dipenjara dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan istrinya ternyata tidak benar. Informasi tersebut disebarkan melalui media sosial, namun akhirnya terbantahkan oleh sebuah video yang beredar di TikTok.
Video tersebut menunjukkan Alham masih bebas dan nongkrong santai di sebuah kafe pada 15 Desember 2025. Rekaman tersebut memperlihatkan Alham duduk di kursi kafe, merokok, dan terlibat percakapan ringan dengan orang-orang di sekitarnya. Suasana yang terekam jauh dari kesan seseorang yang tengah ditahan aparat penegak hukum.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Faizah Soraya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
Faizah Soraya (42) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar lantai satu rumahnya yang berada di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, pada Rabu (10/12/2025). Korban diduga dibunuh oleh anak kandungnya sendiri, AL (12), yang saat ini masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar (SD).
Fakta tersebut sontak membuat publik terkejut dan sulit menerima. Sejumlah warganet mengaku janggal dan meragukan bahwa seorang anak berusia 12 tahun mampu melakukan pembunuhan sekejam itu seorang diri.
Keraguan Publik Mengarah ke Suami
Keraguan terhadap keterlibatan AL perlahan mengarah ke sosok Alham Siagian, suami korban. Di berbagai platform media sosial, muncul tudingan yang menyebut Alham sebagai pelaku sebenarnya. Tak hanya itu, beredar pula kabar bahwa Alham telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi.
Isu tersebut membuat situasi semakin panas dan penuh spekulasi. Namun, kabar penahanan Alham ternyata tidak berdasar.

Video di Kafe Bongkar Fakta
Di TikTok, beredar sebuah video yang justru mematahkan kabar tersebut. Video itu memperlihatkan momen Alham dan kakak dari terduga pelaku pembunuhan ibu tengah nongkrong santai di sebuah kafe, dikelilingi sejumlah rekannya.
Rekaman tersebut diduga dibuat oleh seorang wanita yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Alham. Dalam video itu, sang wanita dengan tegas membantah isu yang menyebut Alham telah dipenjara.
"Ini hari apa?" tanya wanita tersebut. "Ini hari Senin, tanggal 15 Desember 2025," jawab kerabat lainnya sambil tertawa.
Kamera kemudian diarahkan ke sosok Alham. Santai dan Tersenyum
Dalam video tersebut, Alham tampak mengenakan polo shirt berwarna putih. Ia duduk santai di kursi kafe, merokok, dan terlibat perbincangan ringan dengan orang-orang di sekitarnya. Suasana yang terekam jauh dari kesan seseorang yang tengah ditahan aparat penegak hukum.
"Abang Al kami izin ya," kata wanita yang merekam. "Kami pamit dulu," imbuhnya. Menanggapi hal itu, Alham terlihat tersenyum sambil mengatupkan kedua tangannya. "Iya," kata Alham singkat.
Isu Terpatahkan, Tanda Tanya Tetap Ada
Meski video tersebut menegaskan bahwa Alham Siagian tidak dipenjara, polemik di media sosial belum sepenuhnya mereda. Tragedi kematian Faizah Soraya masih menyisakan banyak tanda tanya di benak publik.
Di tengah simpang siur informasi, satu hal yang kini jelas: kabar Alham ditahan polisi hanyalah isu yang tidak terbukti. Namun, kasus tragis ini tetap menyisakan duka mendalam sekaligus perdebatan panjang yang belum menemukan ujungnya.
Pengakuan AI
Di tengah proses hukum yang berjalan, sebuah pengakuan akhirnya muncul dari AI (12), siswi kelas 6 SD yang disebut-sebut sebagai pelaku. Namun demikian, keluarga korban hingga kini masih tak sepenuhnya percaya bahwa anak seusia itu benar-benar telah menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri.
Pihak kepolisian pun belum menghentikan langkah. Pendalaman kasus terus dilakukan untuk memastikan setiap detail peristiwa terungkap secara utuh dan objektif.
Polisi Gelar Dua Kali Prarekonstruksi
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar dua kali prarekonstruksi dalam kasus kematian Faizah Soraya. Prarekonstruksi pertama dilaksanakan di Mapolrestabes Medan, sementara prarekonstruksi kedua dilakukan langsung di tempat kejadian perkara (TKP) dan diperagakan oleh AI, kakaknya, serta ayahnya.
“6 jam tim telah melaksanakan pra rekonstruksi kedua,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian prarekonstruksi dilakukan sesuai dengan fakta yang ada, dengan pendampingan dari psikolog dan Dinas Perlindungan Anak.
“Setidaknya ada 43 adegan yang tadi kita lakukan. Mudah-mudahan ini lebih menyempurnakan proses penyidikan dan proses penyelidikan lanjutan yang kami laksanakan,” katanya.