Viral di Manado, Petugas Parkir Tolak Uang Receh

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Viral di Manado, Petugas Parkir Tolak Uang Receh

Penolakan Uang Receh di Parkiran Manado Memicu Kontroversi

Di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), sebuah kejadian menarik perhatian publik setelah seorang petugas parkir menolak penggunaan uang receh sebagai alat pembayaran. Kejadian ini terjadi di salah satu kawasan reklamasi yang berada di Boulevard, dan membuat banyak orang merasa heran dengan tindakan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pengemudi kendaraan roda empat yang mengalami kejadian ini merekam aksi penolakan dari petugas parkir. Ia merasa kaget karena uang receh yang digunakan untuk membayar parkir ditolak oleh petugas. Bahkan, petugas tersebut tidak mau membukakan pintu parkir hingga pemilik kendaraan mengganti uang receh tersebut dengan nominal yang lebih besar.

Kejadian ini terjadi pada seorang perempuan yang bertugas sebagai petugas parkir. Ia bahkan merekam pengemudi kendaraan sambil mengancam akan memviralkan video tersebut. Di balik rekaman itu, si pengemudi juga merekam aksi petugas parkir tersebut. Dalam percakapan antara keduanya, petugas parkir menyampaikan bahwa ia akan memviralkan pengemudi jika tidak bersedia mengganti uang receh tersebut.

"Ta se viral le pa ngana. Baku vidio baku vidio torang (Saya viralkan anda. Saling video kita)," kata petugas parkir tersebut.

Sementara itu, pengemudi kendaraan memberikan narasi dalam video yang ia rekam. Ia menjelaskan bahwa dirinya membayar parkir dengan uang Rp 5.000 menggunakan uang logam, tetapi uang tersebut ditolak oleh petugas parkir. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya ingin tahu apakah uang tersebut asli atau tidak. Ia menegaskan bahwa petugas parkir menolak untuk membukakan pintu karena hanya membayar dengan uang receh.

"Ini di parkiran ke luar Manado Town Square. Ini kita bayar uang parkir dengan uang logam nda diterima. Sekarang kita mau tanya pa ngana, ini doi asli apa bukan. Oke jadi nda mau terima. Dia nda kase ke luar karena kita bayar dengan uang picis," ujar pengemudi dalam video yang viral.

Reaksi Netizen terhadap Kejadian Ini

Kontroversi ini langsung menjadi sorotan tajam para netizen. Banyak dari mereka menyatakan bahwa uang receh masih berlaku dan belum dihentikan peredarannya oleh Bank Indonesia. Mereka juga menyoroti tindakan dari petugas parkir yang dinilai tidak sopan dan tidak profesional.

Beberapa komentar netizen menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan petugas parkir. Salah satu netizen berkomentar:

"Kalau mereka kembalikan uang parkir pakai uang receh tidak masalah, giliran kami bayar pakai uang receh tak diterima."

Perlu Pemahaman yang Sama

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesadaran dan pemahaman tentang kebijakan uang yang berlaku. Meskipun uang receh masih sah, kebijakan internal dari pihak-pihak tertentu bisa saja berbeda. Namun, tindakan yang dilakukan oleh petugas parkir ini dinilai tidak sesuai dengan standar layanan publik yang baik.

Dengan adanya kontroversi ini, mungkin perlu ada evaluasi dan sosialisasi lebih lanjut mengenai kebijakan pembayaran parkir agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa memicu konflik.

Kesimpulan

Kejadian penolakan uang receh di parkiran Manado menjadi topik hangat yang dibahas oleh masyarakat. Selain menunjukkan ketidaktahuan terhadap kebijakan uang, hal ini juga menunjukkan pentingnya etika dan profesionalisme dalam pelayanan publik. Dengan demikian, kejadian seperti ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih memahami hak dan kewajiban masing-masing.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan