Viral! KTP Indonesia Milik WNA Israel, Bupati Cianjur Akui Palsu

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 29x dilihat
Viral! KTP Indonesia Milik WNA Israel, Bupati Cianjur Akui Palsu

Isu KTP Palsu WNA Asal Israel di Cianjur

Seorang warga negara asing (WNA) asal Israel bernama Aron Geller mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Hal ini terjadi setelah beredar informasi bahwa ia memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia. Informasi tersebut menimbulkan kecurigaan, khususnya karena alamat yang tercantum dalam KTP tersebut adalah Kampung Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penelitian Sistem Kependudukan Nasional

Bupati Kabupaten Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan melalui sistem kependudukan nasional. Proses ini dilakukan bersama dengan petugas di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur.

Hasilnya, tidak ditemukan data KTP maupun Nomor Induk Kependudukan (NIK) atas nama Aron Geller. Bahkan, NIK yang tercantum pada KTP tersebut tidak terbaca oleh sistem, sehingga disebut sebagai "blank".

"Setelah dilakukan pencarian dalam sistem kependudukan nasional data dengan nama Aron Geller tidak ditemukan, sehingga dapat dipastikan KTP WNA yang beredar di media sosial palsu," ujar Wahyu.

Pengecekan Alamat Terkait

Selain itu, pihaknya juga memeriksa alamat yang tercantum dalam e-KTP tersebut. Namun, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada warga sekitar yang mengenal atau mengetahui keberadaan orang asing seperti Aron Geller. Bahkan, Ketua RT setempat memastikan bahwa tidak ada warga asing yang tinggal di lokasi tersebut.

"Ini menjadi pelajaran pentingnya memastikan setiap data atau informasi yang beredar di media sosial, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, sehingga saya pastikan KTP atas nama WNA asal Israel itu KTP palsu," tambah Bupati.

Tanggapan dari Disdukcapil

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengetahui informasi tentang KTP WNA asal Israel sejak tiga bulan lalu. Saat itu, mereka sudah memberikan keterangan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi bahwa data WNA tersebut tidak valid alias palsu.

Pemeriksaan menggunakan sistem kependudukan menunjukkan bahwa NIK yang tercantum pada e-KTP tidak ditemukan. Meski NIK orang lain digunakan, data tetap akan muncul. Namun, setelah beberapa kali pencarian, data apa pun tidak pernah muncul.

"Masyarakat dapat memastikan e-KTP yang mencurigakan saat melakukan transaksi bisnis, dengan cara melakukan pengecekan langsung ke Kantor Disdukcapil Cianjur," jelas Asep.

Pentingnya Verifikasi Data

Isu ini menunjukkan betapa pentingnya verifikasi data kependudukan, terutama ketika informasi beredar di media sosial. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya.

Dengan adanya penjelasan resmi dari pihak berwenang, diharapkan masyarakat bisa lebih tenang dan sadar akan risiko penggunaan dokumen palsu. Selain itu, langkah-langkah preventif seperti pengecekan langsung ke instansi terkait sangat dianjurkan untuk memastikan keabsahan dokumen-dokumen penting.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan