Viral Terpopuler: Karyawan Minimarket Habiskan Rp52 Juta dalam 3 Jam, Gencatan Senjata AS dan Iran

Viral Terpopuler: Karyawan Minimarket Habiskan Rp52 Juta dalam 3 Jam, Gencatan Senjata AS dan Iran
Viral Terpopuler: Karyawan Minimarket Habiskan Rp52 Juta dalam 3 Jam, Gencatan Senjata AS dan Iran

Berita Terpopuler di aiotrade: Karyawan Minimarket, Gencatan Senjata AS-Iran, dan Penipuan TNI Gadungan

Berikut berita terpopuler yang telah dikumpulkan dalam viral terpopuler pada Senin (20/4/2026). Berita menarik ini mencakup kisah karyawan minimarket yang membobol brankas, gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta kasus penipuan oleh TNI gadungan.

3 Jam Karyawan Minimarket Habiskan Uang Rp52 Juta

Seorang karyawan minimarket di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berhasil membobol brankas dan menggasak uang senilai Rp52.270.000. Aksi tersebut dilakukan saat pelaku bekerja shift malam. Setelah membawa kabur uang tersebut, pelaku langsung menyetorkannya ke rekening pribadinya.

Mirisnya, uang puluhan juta itu habis hanya dalam hitungan tiga jam. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku nekat mencuri karena kecanduan judi online. Peristiwa ini terjadi pada Februari 2026. Setelah buron selama sekitar dua bulan, pelaku akhirnya ditangkap pada 13 April 2026.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardi Marasabessy mengatakan bahwa pelaku ditangkap tanpa perlawanan di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. "Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian uang hasil penjualan di minimarket yang berlokasi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat," kata Ressa kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).

Aksi pelaku terbongkar ketika pihak minimarket menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan. Selain laporan harian, adanya rekaman CCTV juga memperkuat bukti tersebut. Rekaman CCTV memperlihatkan dengan jelas detik-detik pelaku melakukan aksinya pada Minggu, 22 Februari 2026 lalu.

Jelang Gencatan Senjata Iran-AS, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai muncul sebagai topik hangat. Namun, frustrasi dan kekhawatiran mulai muncul seiring waktu terus berjalan menuju berakhirnya gencatan senjata tersebut.

Laporan oleh jurnalis Aljazeera, Minggu (19/4/2026), Tohid Asadi dari Teheran, Iran, menggambarkan bahwa banyak warga terus mengikuti perkembangan situasi tersebut. Di tengah masyarakat Iran, terdapat beragam sentimen. Di satu sisi, masih ada harapan meski tipis bahwa proses negosiasi dapat menghasilkan perdamaian jangka panjang.

Harapan ini muncul seiring wacana kemungkinan tercapainya kesepakatan komprehensif antara Iran dan AS. Adanya kesepakatan negosiasi berpotensi membuka jalan bagi pencabutan sanksi serta peningkatan taraf hidup masyarakat setelah bertahun-tahun terdampak sanksi internasional.

Namun di sisi lain, muncul rasa frustrasi dan ketidakpastian mengenai arah ke depan. Masyarakat Iran disebut merasa khawatir, tidak hanya terhadap kemungkinan perang, tetapi juga terhadap potensi kejutan yang bisa terjadi bahkan di tengah masa gencatan senjata.

Dalam 10 bulan terakhir, Iran diketahui berada dalam proses negosiasi sebanyak dua kali saat serangan udara tak terduga terjadi. Pengalaman ini menimbulkan kekhawatiran bahwa situasi serupa dapat kembali terulang.

Sementara itu, pada sebagian kelompok masyarakat, terlihat adanya sikap ketahanan, pembangkangan, dan upaya pencegahan yang kuat sejak awal konflik. Hal ini tercermin dari demonstrasi yang berlangsung siang dan malam, terutama di pusat kota dan alun-alun utama, di mana warga berkumpul untuk menunjukkan solidaritas serta dukungan terhadap pemerintah.

Pedagang Rugi Rp7,2 Juta Usai 250 Kg Telur Dibawa Kabur TNI Gadungan

Seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengalami kerugian mencapai Rp7,2 juta akibat ulah anggota TNI gadungan. TNI gadungan tersebut membawa kabur telur 250 kilogram dengan alasan untuk dijadikan bazar sembako.

Pelaku menjanjikan akan membayar jika barang sudah tiba di kantor kecamatan. Namun semua hanya tipu daya dan membuat pedagang merugi. Peristiwa ini kemudian mendadak viral dan ramai diperbincangkan publik.

Kasus pertama kali mencuat setelah akun X @papua_muslim95 membagikan kronologi lengkap kejadian tersebut, termasuk foto kendaraan yang dipakai pelaku. Unggahan itu pun langsung menarik perhatian warganet dan disertai imbauan agar masyarakat lebih waspada terhadap modus serupa.

“Hati-hati terhadap orang ini, kronologinya datang dengan modus membeli telur kepada adik saya sebanyak kurang lebih 250 kg dengan total Rp7.290.000, dan pembayaran akan ditransfer setelah barang datang di Kecamatan Pamulihan,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Aksi penipuan ini terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pelaku datang menemui korban dengan penampilan yang meyakinkan, memesan telur dalam jumlah besar seperti pembeli serius. Untuk menenangkan korban, ia menjanjikan pembayaran melalui transfer bank setelah barang tiba di lokasi tujuan, yakni Kantor Kecamatan Pamulihan.

Seragam yang dikenakan pelaku tampaknya menjadi kunci utama untuk mendapatkan kepercayaan. Setibanya di kantor kecamatan, ia bersikap seolah memiliki kepentingan resmi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari petugas setempat. Bahkan, ia sempat menyampaikan telur tersebut akan digunakan untuk kegiatan bazar sembako murah.