Vivo dan BP-AKR Gagal Dapatkan Bahan Bakar Pertamina

admin.aiotrade 01 Okt 2025 2 menit 12x dilihat
Vivo dan BP-AKR Gagal Dapatkan Bahan Bakar Pertamina

Penolakan Pembelian Base Fuel dari Pertamina oleh Vivo dan BP-AKR

Pada akhirnya, perusahaan swasta seperti Vivo dan BP-AKR memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana pembelian base fuel atau bahan bakar minyak (BBM) murni dari PT Pertamina. Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi antara kedua pihak dengan Pertamina dalam beberapa waktu terakhir.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa awalnya Vivo dan PT Aneka Petroindo Raya (APR), yang merupakan joint venture antara BP dan AKR, berencana memasok base fuel dari Pertamina. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap arahan pemerintah, mengingat kondisi SPBU swasta yang sedang mengalami kekurangan pasokan BBM.

Kesepakatan tersebut diwujudkan melalui skema business to business (B2B) antara Pertamina dengan kedua perusahaan. Namun, kini keduanya membatalkan rencana pembelian tersebut. Achmad menyampaikan hal ini saat menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI pada Rabu (1/10/2025).

Menurut Achmad, alasan utama SPBU swasta menolak pembelian base fuel adalah karena masalah kandungan etanol. Ia menjelaskan bahwa base fuel Pertamina mengandung 3,5 persen etanol, yang membuat perusahaan swasta enggan melanjutkan pembelian.

"Secara regulasi, etanol diperbolehkan hingga jumlah tertentu, yaitu hingga 20 persen. Namun, kandungan etanol sebesar 3,5 persen ini menjadi kendala bagi SPBU swasta. Mereka merasa tidak nyaman dengan komposisi tersebut," jelas Achmad.

Pernyataan dari Perwakilan Vivo

Perwakilan dari Vivo juga mengonfirmasi bahwa pihaknya membatalkan pembelian base fuel dari Pertamina. Meski demikian, mereka tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama kembali jika Pertamina dapat memenuhi standar kualifikasi yang diminta.

"Ada beberapa hal teknis yang tidak bisa dipenuhi oleh Pertamina, sehingga kami harus membatalkan permintaan tersebut. Namun, kami tetap terbuka untuk berkoordinasi dengan Pertamina di masa mendatang, apabila kebutuhan kami dapat dipenuhi," ujar perwakilan Vivo.

Sebelumnya, Vivo telah setuju untuk membeli sebanyak 40.000 barel base fuel dari Pertamina. Kesepakatan ini diambil atas rekomendasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan dijalani melalui proses B2B.

Tujuan Kolaborasi dengan Pertamina

Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa kesepakatan antara Pertamina dan Vivo bertujuan untuk memastikan pasokan energi yang stabil bagi masyarakat. Mekanisme penyediaan base fuel akan mengikuti aturan yang berlaku di BUMN.

"Kami sangat mengapresiasi semangat kolaborasi yang terjalin dengan Vivo. Kebijakan ini bukan hanya tentang impor BBM, tetapi lebih dari itu, yaitu bagaimana semua pihak bekerja sama untuk memastikan ketersediaan energi dan pelayanan yang baik kepada masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis Sabtu (27/9/2025).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan