
aiotrade,
JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga mengungkapkan alasan mengapa perusahaan seperti Vivo, Shell, dan BP tidak tertarik membeli bahan baku BBM atau base fuel dari perusahaan pelat merah tersebut.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menjelaskan bahwa ketiga perusahaan tersebut awalnya menunjukkan minat untuk membeli base fuel. Oleh karena itu, pihaknya menyediakan 100.000 barel base fuel khusus untuk SPBU swasta.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Achmad, Vivo bahkan sudah sepakat membeli sebanyak 40.000 barel pada 26 September 2025 lalu. Namun, di tengah proses, perusahaan tersebut membatalkan transaksi dan tidak melanjutkannya.
"Vivo membatalkan untuk melanjutkan. Setelah setuju [membeli] 40.000 barel, akhirnya tidak disepakati," ujar Achmad dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (1/10/2025).
Achmad menjelaskan bahwa alasan utama SPBU swasta tersebut membatalkan pembelian adalah karena masalah kandungan etanol dalam base fuel Pertamina. Menurutnya, base fuel yang disediakan memiliki kandungan etanol sebesar 3,5%.
Dia menilai bahwa kandungan etanol tersebut masih dalam batas wajar. Sebab, toleransi kandungan etanol dalam base fuel adalah di bawah 20%. Namun, meski kandungan etanolnya minim, SPBU swasta tidak berkenan dengan adanya kandungan tersebut.
"Ini yang membuat kondisi SPBU swasta untuk tidak melanjutkan pembelian karena ada konten etanol tersebut," jelas Achmad.
Menurutnya, alasan ini juga menjadi penyebab BP melalui PT Aneka Petroindo Raya (APR) membatalkan minat membeli base fuel. APR merupakan perusahaan joint venture antara BP dan AKR Corporindo Tbk.
Achmad menyebut bahwa BP tidak mau membeli base fuel karena adanya kandungan etanol, meskipun jumlahnya sedikit.
"APR akhirnya tidak juga, jadi tidak ada semua, isu yang disampaikan kepada rekan-rekan SPBU ini adalah mengenai konten. Kontennya itu ada kandungan etanol," ujarnya.
Sementara itu, Shell membatalkan minat membeli base fuel dari Pertamina karena ada urusan birokrasi internal.
"Tidak bisa meneruskan negosiasi ini karena mengatakan bahwa ada birokrasi internal yang harus ditempuh," kata Achmad.
Meski demikian, Achmad menyebut bahwa para pihak pengusaha SPBU swasta akan kembali berminat membeli base fuel dari Pertamina. Dengan catatan, Pertamina bisa menyediakan base fuel secara murni tanpa kandungan etanol.
"Tapi teman-teman SPBU swasta jika nanti di kargo selanjutnya siap berkoordinasi jika kontennya aman," katanya.