
Penjelasan Perusahaan tentang Fluktuasi Harga Saham GDST
PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (GDST), salah satu emiten produsen baja terkemuka di Indonesia, akhirnya memberikan pernyataan resmi mengenai fluktuasi harga saham yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Perseroan menegaskan bahwa tidak ada informasi atau fakta material yang belum disampaikan kepada publik dan otoritas terkait.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary GDST, Sigis Bahak Mustawan menjelaskan bahwa perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 yang belum dilaporkan ke BEI maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia juga menegaskan bahwa GDST tidak mengetahui adanya informasi lain yang dapat memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal sesuai ketentuan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi BEI.
Selain itu, Sigis menyatakan bahwa GDST telah menyampaikan seluruh informasi penting kepada BEI dan OJK sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hingga saat ini, perseroan juga belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.
Pergerakan Harga Saham GDST
Pada perdagangan Jumat (3/10/2025), harga saham GDST mengalami penurunan. Saham GDST dibuka pada harga Rp114 per lembar dan ditutup di level Rp111 per saham, melemah sebesar 2,63% atau turun 3 poin dari penutupan sebelumnya.
Secara keseluruhan, sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD) 2025, saham GDST tercatat naik sebesar 13,27%. Dalam enam bulan terakhir, harga saham GDST melonjak hingga 48%, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp1,03 triliun.
Dari Januari 2025 hingga saat ini, harga tertinggi saham GDST tercatat pada level Rp120 per lembar pada 5 Juni 2025, sedangkan harga terendahnya berada di level Rp75 per lembar pada 8 dan 23 April 2025.
Struktur Pemegang Saham GDST
Sebagai informasi tambahan, sosok di balik GDST adalah Gwie Gunawan, seorang pengusaha yang telah berkecimpung di industri baja selama bertahun-tahun. Awalnya, Gwie Gunawan memiliki kepemilikan saham sebesar 86,94% atas GDST.
Pada tanggal 23 Desember 2024, terjadi transaksi hibah seluruh saham pemegang saham utama atas nama Gwie Gunawan sejumlah 8.035.093.922 lembar saham atau setara 86,94% dari total saham beredar GDST kepada anak-anak dan istri Gwie Gunawan. Hibah saham tersebut diberikan kepada:
- Gwie Gunadi Gunawan, Wakil Direktur Utama Perseroan (anak kandung Gwie Gunawan)
- Gwie Gunato Gunawan, Direktur Perseroan (anak kandung Gwie Gunawan)
- Gwie Ratna Djuwita Gunawan (anak kandung Gwie Gunawan)
- Wong Ratnawati (istri Gwie Gunawan)
Setelah transaksi hibah saham, struktur kepemilikan saham GDST menjadi sebagai berikut:
- Gwie Gunadi Gunawan: 3.615.792.265 lembar saham (39,12%)
- Gwie Gunato Gunawan: 3.616.142.265 lembar saham (39,13%)
- Gwie Ratna Djuwita: 401.854.696 lembar saham (4,35%)
- Wong Ratnawati: 401.754.696 lembar saham (4,35%)
Selain keluarga Gwie Gunawan, PT Betonjaya Manunggal Tbk. (BTON) juga tercatat sebagai pemegang saham GDST dengan kepemilikan sebesar 1,95% atau sebanyak 180 juta lembar saham.
Catatan Penting
Berita ini disajikan hanya sebagai informasi umum dan tidak bertujuan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.