Wabup Dimas: Nguri-uri Ebeg Jadi Tradisi Berkelanjutan dengan Nilai Ekonomi di Purbalingga

admin.aiotrade 11 Des 2025 2 menit 15x dilihat
Wabup Dimas: Nguri-uri Ebeg Jadi Tradisi Berkelanjutan dengan Nilai Ekonomi di Purbalingga

Pengukuhan Kepengurusan Baru PAKUBELING untuk Pelestarian Kesenian Ebeg

Pengukuhan kepengurusan baru Paguyuban Keluarga Ebeg Purbalingga (PAKUBELING) telah resmi dilakukan. Kepengurusan ini akan berlaku selama periode 2026 hingga 2031. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani di Pendapa Cahyana pada Rabu, 10 Desember 2025.

Kepengurusan baru ini mencakup sebanyak 300 kelompok kesenian ebeg (kuda lumping) yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Purbalingga. Kehadiran paguyuban ini menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga dan mengembangkan seni tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Priawan yang terpilih sebagai Ketua PAKUBELING serta Sugianto sebagai Wakil Ketua. Ia berharap kepengurusan baru ini dapat memperkuat usaha pelestarian, pengembangan, dan promosi kesenian ebeg sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Purbalingga.

“Kesenian ebeg merupakan warisan leluhur yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan para seniman ebeg,” ujar Dimas.

Dukungan Konkret dari Pemerintah Daerah

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Purbalingga memasukkan Festival Ebeg ke dalam rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Purbalingga ke-195 pada tahun 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan ruang apresiasi yang lebih besar bagi para pelaku seni tradisi.

Menurut Wabup, animo masyarakat terhadap kesenian ebeg yang selama ini tinggi menjadi bukti bahwa seni tradisi ini masih relevan dan diminati oleh berbagai kalangan. “Setiap pementasan ebeg hampir tidak pernah sepi penonton. Hal ini menunjukkan bahwa ebeg tetap hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.

Lebih dari sekadar pelestarian, pemerintah juga berharap ekosistem kesenian ebeg dapat berkembang menjadi sektor yang berdampak ekonomi bagi para pelakunya. “Ke depan, kami berharap kesenian ebeg tidak hanya diwariskan, tetapi dapat menjadi seni tradisi yang menciptakan kesejahteraan bagi para seniman,” imbuhnya.

Program Kerja PAKUBELING untuk Masa Depan

Sementara itu, Ketua PAKUBELING terpilih, Priawan, menyampaikan bahwa pihaknya bersama 300 kelompok yang tergabung dalam paguyuban siap menjadi motor penggerak pelestarian kesenian ebeg di Purbalingga. Beberapa program kerja yang akan dilaksanakan antara lain penyelenggaraan festival, kongres, serta kegiatan budaya lain yang melibatkan seniman, masyarakat, dan pemerintah daerah.

“Tugas kami bukan sekadar melestarikan, tetapi memastikan kesenian ebeg tetap hidup dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Priawan.

Harapan untuk Koordinasi dan Kontribusi yang Lebih Besar

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, PAKUBELING diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarkelompok kesenian ebeg serta memperluas kontribusinya dalam memajukan seni budaya daerah. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan kesenian yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang mendalam.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan