Persiapan Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Ku

Persiapan Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Kutai Timur
Kabupaten Kutai Timur sedang mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur tahun 2026. Kesiapan ini menunjukkan progres yang signifikan, terutama dari sisi komposisi manajemen kontingen. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur kini fokus pada penyusunan struktur pemandu atlet dan ofisial agar dapat meraih prestasi maksimal dalam ajang empat tahunan tersebut.
Persiapan ini dimulai setelah jajaran pengurus KONI Kutim menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) di Kabupaten Paser, sebagai tuan rumah penyelenggara. Hasil pertemuan lintas wilayah ini menyepakati bahwa Porprov VIII akan digelar pada bulan November 2026 mendatang. Anggaran untuk kegiatan ini telah dialokasikan melalui instansi terkait.
Salah satu poin penting dalam persiapan adalah penentuan sosok yang akan memimpin seluruh rombongan atlet dan ofisial. Setelah melalui proses penggodokan internal KONI melalui forum Rapat Kerja (Raker), muncul tiga nama besar yang diajukan kepada Bupati Kutai Timur. Ketiga nama tersebut adalah Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan Sekda. Dari ketiganya, Bupati menyetujui Wakil Bupati Mahyunadi sebagai Ketua Kontingen.
"Hasil Raker KONI kemarin ada tiga nama: Pak Wakil Bupati, Ketua DPRD, dan Pak Sekda. Pak Bupati sudah memberi jawaban dan menyetujui Pak Wakil Bupati (Mahyunadi) sebagai ketuanya. Dalam waktu dekat kami akan menemui beliau untuk menyusun kontingen," ungkap Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono.
Dengan penunjukan Wakil Bupati Mahyunadi, KONI Kutim optimis koordinasi antar lembaga akan berjalan lebih solid dan efektif. Rekam jejak Mahyunadi yang dikenal sangat aktif dalam memajukan berbagai cabang olahraga di Kutai Timur, diharapkan mampu membakar semangat serta memberikan motivasi tambahan bagi para atlet yang akan bertanding membawa nama daerah.
Pendanaan dan Efisiensi Anggaran
Terkait masalah pendanaan, Rudi menjelaskan bahwa seluruh skema anggaran keberangkatan dan operasional teknis telah dialokasikan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur. Pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah agar ketersediaan dana dapat menopang seluruh kebutuhan logistik, perlengkapan, hingga akomodasi selama berada di Paser.
"Kita sekarang di peringkat empat. Target yang diminta Pak Bupati adalah masuk tiga besar. Kami minta teman-teman cabor siapkan atletnya," imbuhnya.
Jika anggaran nanti terbatas, pihaknya akan efisiensikan dengan memberangkatkan para atlet yang berada di zona medali saja, bukan hanya yang sekadar lolos pra kualifikasi. Penerapan kriteria "zona medali" ini merupakan langkah rasionalisasi untuk memastikan setiap atlet yang berangkat memiliki peluang nyata dalam menyumbangkan emas, perak, atau perunggu.
Strategi dan Target Tinggi
Hal ini berkaitan erat dengan target tinggi yang dibebankan pemerintah daerah agar kontingen Kutai Timur mampu memperbaiki posisi dan menembus papan atas klasemen akhir. Saat ini terdapat sekitar 64 cabang olahraga yang dijadwalkan akan berpartisipasi mewakili Kutai Timur di ajang Porprov VIII.
Meskipun jumlah cabang olahraga cukup banyak, manajemen akan terus memantau perkembangan hasil babak pra-kualifikasi guna menentukan nomor-nomor tanding mana saja yang paling potensial untuk diprioritaskan keberangkatannya sesuai ketersediaan anggaran.
"Tetap berlatih dan jaga kondisi. Ini ajang puncak prestasi. Kalau sukses di Porprov, jalan menuju ajang nasional seperti PON akan terbuka lebar. Kabupaten/kota lain juga bersiap, jadi kita harus maksimal dalam memanfaatkan waktu persiapan yang tersisa ini," pungkasnya.