Wacana Kota Parung Menggema! Kota Baru Jawa Barat Siap Hadapi Tantangan Pembangunan

admin.aiotrade 08 Nov 2025 4 menit 12x dilihat
Wacana Kota Parung Menggema! Kota Baru Jawa Barat Siap Hadapi Tantangan Pembangunan

Rencana Pemekaran Wilayah Parung sebagai Kota Baru

Rencana pemekaran wilayah Jawa Barat (Jabar) kembali menjadi perhatian masyarakat. Setelah wacana pembentukan Kota Lembang dan Kota Cipanas, kini giliran Parung yang mencuat sebagai calon Daerah Otonomi Baru (DOB). Aspirasi masyarakat untuk menjadikan Parung sebagai kota mandiri semakin kuat, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Bogor.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Parung berada di posisi strategis di selatan Jabodetabek, berbatasan langsung dengan Kota Depok di timur dan Kota Tangerang Selatan di barat laut. Wilayah ini dikenal sebagai jalur vital penghubung Bogor–Depok–Tangsel, menjadikannya simpul pergerakan orang dan barang di kawasan metropolitan tersebut.

Dengan pertumbuhan permukiman, perdagangan, dan transportasi yang pesat, karakter Parung kini lebih menyerupai kawasan urban dibanding rural. Kondisi inilah yang mendorong wacana pembentukan Kota Parung untuk meningkatkan efisiensi tata kelola wilayah dan mempercepat pemerataan pembangunan.

Dukungan Tokoh Lokal dan Masyarakat

Dorongan pemekaran Parung tidak datang tiba-tiba. Berbagai tokoh masyarakat, akademisi, dan pengusaha lokal telah lama memperjuangkannya. Salah satunya adalah H. Ahmad Firdaus, yang menilai Parung memiliki karakteristik unik dibanding kecamatan lain di Kabupaten Bogor.

“Mobilitas penduduk tinggi, pembangunan pesat, dan kebutuhan masyarakat sudah seperti kota besar. Sudah saatnya Parung berdiri sendiri sebagai kota,” ujar Ahmad Firdaus.

Warga pun menyambut positif gagasan ini. Siti Nurhayati (43), warga Parung, berharap jika menjadi kota, pelayanan publik bisa lebih cepat dan mudah. “Sekarang kalau urusan administrasi harus jauh-jauh ke Cibinong. Kalau Parung jadi kota sendiri, pasti lebih efisien,” katanya.

Kecamatan yang Diusulkan Masuk Wilayah Kota Parung

Dalam kajian yang telah disusun oleh tim penggerak DOB Parung, terdapat tujuh kecamatan yang diusulkan bergabung, yaitu:

  • Kecamatan Parung
  • Kecamatan Gunung Sindur
  • Kecamatan Bojonggede
  • Kecamatan Tajurhalang
  • Kecamatan Kemang
  • Kecamatan Ciseeng
  • Kecamatan Rancabungur

Ketujuh kecamatan ini memiliki keterkaitan sosial dan ekonomi yang kuat serta terintegrasi secara geografis. Jika disetujui, wilayah tersebut akan membentuk satu kesatuan metropolitan baru yang berdaya saing tinggi di kawasan Bogor Raya.

Potensi Ekonomi dan Infrastruktur Unggulan

Parung dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa di selatan Bogor. Aktivitas ekonomi sangat bergairah, terutama di sekitar Pasar Parung, yang menjadi urat nadi perekonomian lokal. Banyak UMKM dan ruko modern bermunculan, menandakan tumbuhnya kelas menengah dan potensi PAD yang besar.

Dari sisi infrastruktur, Parung juga diuntungkan dengan akses strategis ke Tol Serpong–Cinere, Tol Depok–Antasari, dan Tol BORR, menjadikannya simpul logistik penting. Peningkatan transportasi publik seperti feeder ke Depok dan Tangsel, serta rencana jalur kereta komuter dari Bojonggede–Citayam, memperkuat posisi Parung sebagai kota transit dan investasi masa depan.

Kesiapan dan Tantangan

Secara administratif, Parung telah memiliki banyak prasyarat untuk menjadi kota baru. Tim pengusul DOB telah menyiapkan kajian akademis, peta batas wilayah, data demografi, potensi ekonomi, serta surat dukungan tokoh masyarakat.

Namun, tantangan utama masih berupa moratorium pemekaran daerah yang belum dicabut oleh pemerintah pusat. Selain itu, dibutuhkan komitmen politik dan dukungan anggaran dari DPRD Kabupaten Bogor, Pemprov Jawa Barat, hingga pemerintah pusat.

Meski demikian, pengusul yakin bahwa Kota Parung layak diprioritaskan. Dengan pertumbuhan ekonomi tinggi dan karakter masyarakat urban, wilayah ini dapat segera menjadi pusat pelayanan publik dan ekonomi baru di Jawa Barat bagian barat.

Simbol Kemandirian dan Pemerataan Pembangunan

Bagi masyarakat Parung, wacana pemekaran ini bukan sekadar ambisi politik, melainkan perjuangan untuk pemerataan pembangunan. Letak Parung yang jauh dari pusat pemerintahan di Cibinong sering membuat wilayah ini kurang tersentuh program prioritas kabupaten.

Dengan menjadi kota sendiri, Parung diharapkan mampu mempercepat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal berbasis UMKM, perdagangan, jasa, serta transportasi.

Kota Parung: Harapan Baru dari Selatan Jabodetabek

Jika wacana pembentukan Kota Parung terealisasi, maka Jawa Barat akan memiliki satu lagi kota strategis yang mampu menjadi motor pertumbuhan di kawasan Bogor Raya.

Lebih dari sekadar pemekaran administratif, lahirnya Kota Parung akan menjadi simbol kemandirian daerah perbatasan, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan rakyat.

Dengan dukungan masyarakat, akademisi, dan tokoh lokal, Parung kini bukan hanya kawasan penyangga metropolitan — tapi kandidat kuat kota masa depan di Jawa Barat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan