Wacana Pembatasan Game Online Akibat Ledakan SMAN 72 Jakarta

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Wacana Pembatasan Game Online Akibat Ledakan SMAN 72 Jakarta

Perhatian Pemerintah terhadap Dampak Game Online terhadap Remaja

Pemerintah pusat mulai memperhatikan dampak dari game online atau permainan daring terhadap perilaku remaja. Hal ini dilakukan setelah terjadi insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). Presiden Prabowo Subianto disebut sedang mempertimbangkan langkah pembatasan terhadap beberapa game online yang dinilai berpotensi memengaruhi psikologis generasi muda.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo tengah memikirkan langkah-langkah pembatasan terhadap permainan daring, khususnya yang mengandung unsur kekerasan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang menelaah dampak negatif sejumlah game online yang dinilai dapat memengaruhi perilaku dan perkembangan mental pemain, khususnya kalangan pelajar.

"Karena, tidak menutup kemungkinan game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan," ucapnya.

Kekhawatiran atas Pengaruh Game Bertema Kekerasan

Prasetyo mencontohkan permainan dengan genre pertempuran seperti PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) yang dinilai menampilkan banyak unsur kekerasan. Ia mengatakan bahwa game-game seperti ini mungkin memerlukan pembatasan-pembatasan.

"Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi. Ini kan secara psikologis, terbiasa yang melakukan yang namanya kekerasan itu sebagai sesuatu yang mungkin menjadi biasa saja," katanya.

Ia menilai kebiasaan memainkan game yang menampilkan kekerasan secara terus-menerus dapat menurunkan kepekaan terhadap bahaya dan menormalisasi tindakan agresif di dunia nyata.

Faktor Sosial yang Turut Mempengaruhi Perilaku Remaja

Selain pengaruh game online, pemerintah juga menyoroti faktor sosial seperti tindakan perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Prasetyo meminta para guru dan tenaga pendidik untuk lebih memperhatikan tanda-tanda mencurigakan atau perubahan perilaku siswa agar potensi tindakan berbahaya bisa diantisipasi lebih awal.

Kronologi Insiden SMAN 72 Jakarta

Ledakan terjadi di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB. Peristiwa itu berlangsung saat para siswa dan guru sedang menunaikan salat Jumat di masjid sekolah. Letusan pertama terdengar ketika khotbah sedang berlangsung, disusul ledakan kedua yang berasal dari arah berbeda.

Kejadian tersebut menyebabkan sejumlah korban mengalami luka bakar dan luka akibat serpihan, serta memicu kepanikan di sekitar lokasi. Berdasarkan hasil investigasi awal, pelaku diduga merupakan salah satu siswa sekolah tersebut yang sebelumnya mengalami perundungan.

Di lokasi juga ditemukan benda menyerupai senjata airsoft gun dan revolver yang setelah pemeriksaan dipastikan merupakan mainan. Pemerintah pusat menegaskan akan meninjau berbagai faktor sosial dan digital yang dapat memicu kekerasan di kalangan pelajar.

Langkah-Langkah yang Diambil oleh Pemerintah

Selain mengevaluasi keamanan sekolah, pemerintah juga mempertimbangkan pengaturan aktivitas digital dan pembatasan konten permainan daring yang berpotensi berdampak negatif terhadap karakter generasi muda. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kebijakan komprehensif dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan sekaligus memperkuat literasi digital dan kesadaran sosial di kalangan pelajar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan