
Perkumpulan Kekeluargaan Agam-Bukittinggi (PerKAB) Dukungan Luas dari Tokoh dan Perantau
Wacana pembentukan Perkumpulan Kekeluargaan Agam-Bukittinggi (PerKAB), yang digagas oleh para perantau Agam Bukittinggi di Sumsel, mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Sejumlah tokoh dan perantau Minang yang berasal dari Agam-Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar, turut mendukung organisasi/Perkumpulan ini dengan induk organisasi berpusat di Jakarta.
Dalam siaran pers PerKAB yang disampaikan oleh Pesasihat PerKAB Sumsel, H Salman Rasyidin, disebutkan bahwa salah satu tokoh yang memberi dukungan adalah anggota DPD RI Irman Gusman Dt Rangkayo Nan Labiah serta sejumlah perantau lainnya. Dukungan tersebut disampaikan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan di kediaman Irman Gusman Dt Rangkayo Nan Labiah, Jalan Beruang Raya, Bintaro, Jakarta, pada Kamis (6/11/2025) sore.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Irman, dukungan saat menerima kunjungan silaturahim pengurus PerKAB Sumatera Selatan, yang dipimpin oleh Ketua Umum Drs. H. Noprizon, M.Kes, Dt. Mangkuto Rajo, bersama mantan Bupati Agam DR H Andri Warman Rangkayo Basa dan mantan Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi Dt. Basa Balimo serta segenap jajaran pengurus Bakor Agam yang dipimpin oleh ketuanya Dr Zefri MSi.
PerKAB Sumsel Jadi Pelopor
Pada pertemuan tersebut, diawali dengan memperkenalkan Pengurus PerKAB Sumsel yang dipandu oleh Penasihat Drs H Salman Rasyidin Dt Bajo Ameh. Ia menjelaskan sejarah singkat lahirnya PerKAB Palembang dan terus berkembang dengan terbentuknya PerKAB di 17 Kota dan Kabupaten sehingga terbentuk pula PerKAB Sumsel.
Di Sumatera Selatan, PerKAB yang berdiri sejak tahun 2024 kini telah berkembang pesat dengan 17 cabang tingkat kota dan kabupaten. Irman Gusman menilai langkah ini sebagai terobosan strategis dalam membangun jejaring perantau Agam dan Bukittinggi yang perlu didukung dan melalui kolaborasi lintas sektoral. Tujuannya untuk optimalisasi segala potensi yang dimiliki Agam dan Bukittingghi dengan dukungan dari para perantau.
Terkait langkah jajaran PerKAB di Sumsel dan wacana membentuk PerKAB Nasional, Irman Gusman turut merespon positif dan berjanji akan mensupport dengan mengkomunikasikannya dengan sejumlah tokoh perantau asal Agam dan Bukittinggi.
PerKAB Secara Nasional
Ketua PerKAB Sumsel Noprizon dalam paparannya menjelaskan bahwa Agam dan Bukittinggi sejak lama dikenal sebagai lahan subur lahirnya tokoh-tokoh besar bangsa. “Kekuatan ini harus dihimpun dan digerakkan secara nasional. Karena itu, PerKAB perlu menjadi organisasi payung berskala nasional dengan pusat di Jakarta,” ujar Noprizon, yang juga menjabat Ketua Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumsel.
Hal senada diungkapkan oleh Marfendi, mantan Wakil Wali Kota Bukittinggi. Ia menilai saatnya Agam dan Bukittinggi memiliki gaung seperti PKDP (Persatuan Keluarga Daerah Pariaman) yang telah mendunia.
Pada pertemuan tersebut, dihasilkan kesepakatan pembentukan tim kecil yang bertugas melakukan inisiasi nasional. Irman Gusman bersama PerKAB Sumsel, dengan dukungan Andri Warman, menugaskan Bakor Agam di Jakarta yang dipimpin Zefri (Ketua) dan Yonoviar (Sekjen) untuk menyiapkan deklarasi nasional pada 7 Desember 2025 mendatang.