
Pentingnya Keterbukaan Data Perusahaan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menekankan bahwa keterbukaan data perusahaan sangat penting dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi di Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri High Level Meeting Pengendalian Inflasi dan Percepatan Digitalisasi Jawa Barat 2025 yang digagas oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat, pada Selasa 9 Desember 2025.
Erwan menyampaikan apresiasi kepada BI Jabar serta Kementerian Perekonomian atas inisiatif kegiatan yang dinilainya membuka wawasan pemerintah daerah mengenai langkah strategis yang harus ditempuh untuk memperbaiki kinerja ekonomi daerah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Erwan, target pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2025 sebesar 5,5 persen hingga kini belum tercapai. Pada triwulan III, capaian hanya berada di angka 5,20 persen. Ia berharap di semester II atau triwulan IV bisa mencapai 6,5 persen. Ia sudah menyampaikan sejumlah langkah kepada para bupati dan wali kota untuk mengejar target ini.
Masalah Keterbukaan Data Perusahaan
Wagub menyoroti bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi dan masih tingginya inflasi dipengaruhi oleh minimnya keterbukaan data dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Jawa Barat. Padahal, Jabar memiliki 59 kawasan industri, lebih dari 10.000 perusahaan, serta satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sudah berjalan di Lido dan tiga KEK lainnya dalam proses.
“Belum ada keterbukaan sepenuhnya dari perusahaan-perusahaan yang ada di Jawa Barat. Ini membuat pemerintah tidak bisa mendapatkan gambaran riil kondisi pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Pengendalian Harga Jelang HBKN
Pertemuan tersebut juga difokuskan pada langkah pengendalian harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Erwan menegaskan bahwa koordinasi dengan Bulog dan berbagai pemangku kepentingan menunjukkan pasokan pangan di Jawa Barat masih aman.
“Pertemuan seperti ini penting untuk memastikan harga-harga tetap terkendali menjelang momentum besar seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Natal Tahun Baru,” tuturnya.
Ia menambahkan, stabilitas harga akan membantu menjaga daya beli masyarakat serta memastikan inflasi tetap berada pada level yang sehat.
Dampak Cuaca Ekstrem terhadap Ekonomi
Selain persoalan data perusahaan, faktor cuaca ekstrem turut menghambat pertumbuhan ekonomi. Seluruh 27 kabupaten/kota di Jawa Barat dikategorikan rawan bencana sehingga memerlukan upaya mitigasi yang berkelanjutan.
“Jawa Barat rawan bencana di semua wilayah. Kami terus melakukan mitigasi dan koordinasi dengan kepala daerah serta stakeholder terkait agar dampaknya bisa diminimalkan,” ujar Erwan.
Target Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan perbaikan signifikan dalam pengendalian inflasi dan pencapaian pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun. Hal tersebut diupayakan terjadi dengan perbaikan koordinasi, peningkatan transparansi data industri, dan penguatan mitigasi bencana.