Wagub Kalbar Ajak Dedi Mulyadi Bangun Daerah dengan APBD Rp 6 Triliun: "Saya Cium Lututnya"

Wagub Kalbar Ajak Dedi Mulyadi Bangun Daerah dengan APBD Rp 6 Triliun: "Saya Cium Lututnya"

Perbandingan Jalan Kalbar dan Jawa Barat: Krisantus Mengangkat Isu Kebijakan

Pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, terkait perbandingan kondisi jalan antara wilayahnya dengan Jawa Barat menarik perhatian publik. Ia menilai bahwa perbandingan tersebut tidak adil karena tidak mempertimbangkan faktor-faktor mendasar seperti luas wilayah dan kemampuan anggaran daerah.

Faktor Luas Wilayah dan Anggaran Daerah

Krisantus mengungkapkan bahwa Kalimantan Barat memiliki wilayah yang jauh lebih besar dibandingkan Jawa Barat. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa luas wilayah Kalimantan Barat mencapai sekitar 171 ribu kilometer persegi, sementara Jawa Barat hanya sekitar 43 ribu kilometer persegi. Selain itu, APBD Kalimantan Barat juga jauh lebih kecil dibandingkan Jawa Barat, yang mencapai sekitar Rp 31 triliun.

"Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan," ujarnya. Ia menekankan bahwa masyarakat harus memahami bahwa setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda dalam hal pembangunan infrastruktur.

Tantangan Terbuka kepada Gubernur Jawa Barat

Tidak hanya menyampaikan pendapatnya, Krisantus juga melontarkan tantangan terbuka kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengajak Dedi untuk memimpin Kalimantan Barat selama beberapa bulan dengan menggunakan APBD sebesar Rp 6 triliun. "Kalau dia bisa, saya cium lututnya," tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas video viral yang menunjukkan warga Kalimantan Barat mengeluh tentang kondisi jalan rusak di Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Video tersebut membandingkan infrastruktur Kalimantan Barat dengan Jawa Barat, yang menurut Krisantus tidak lengkap tanpa konteks yang utuh.

Respons Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi merespons tantangan tersebut dengan nada yang lebih tenang. Ia menegaskan bahwa selama ini tidak pernah berniat membandingkan pembangunan antar daerah. "Saya tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, khususnya dalam hal luas wilayah dan kekuatan fiskal. Menurutnya, kondisi Kalimantan Barat perlu dipahami dalam konteks tersebut. Dedi mengajak semua pihak untuk tetap fokus pada pelayanan kepada masyarakat, serta berharap kemampuan anggaran daerah dapat meningkat di masa depan.

Penanganan Infrastruktur di Sintang

Meski menghadapi kritik, Krisantus memastikan bahwa pemerintah daerah tetap bergerak. Penanganan jalan rusak di Sintang, termasuk di Bedayan, disebut sudah mulai dilakukan dengan menurunkan alat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ).

"Infrastruktur jalan dan jembatan di Sintang memang berat dengan kemampuan fiskal yang ada. Tapi pemerintah tidak akan tinggal diam," tegasnya.

Respons yang disampaikan secara santai dan bijak oleh Dedi Mulyadi pun menuai beragam reaksi positif dari warganet, sekaligus meredam ketegangan yang sempat mencuat akibat pernyataan sebelumnya.