Wahyu Hidayah: Gerakan Pangan Murah Tingkatkan Ketenangan Harga bagi Warga

admin.aiotrade 17 Okt 2025 3 menit 10x dilihat
Wahyu Hidayah: Gerakan Pangan Murah Tingkatkan Ketenangan Harga bagi Warga
Wahyu Hidayah: Gerakan Pangan Murah Tingkatkan Ketenangan Harga bagi Warga

Peran Strategis Pj Sekda Kuningan dalam Menjaga Stabilitas Pangan

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menunjukkan peran pentingnya dalam menjaga stabilitas pangan di tengah tekanan ekonomi dan tantangan perubahan iklim. Dalam upaya ini, ia menjadi motor penggerak koordinasi lintas sektor untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Desa Kertawana, Kecamatan Kalimanggis, pada Kamis (16/10/2025), menjadi salah satu langkah nyata dari Pj Sekda Kuningan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-80 dan diikuti antusias oleh masyarakat setempat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Pj Sekda Kuningan, GPM bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bukti nyata kehadiran pemerintah di saat masyarakat membutuhkan kepastian harga dan rasa aman. Ia menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah adalah langkah konkret untuk memastikan masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga stabil dan kualitas yang baik. “Ini bukan sekadar transaksi ekonomi, tapi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga keseimbangan produksi, distribusi, dan konsumsi,” ujarnya.

Harga Pangan Murah, Rasa Aman Terjaga

Wahyu Hidayah, yang juga Kepala DKPP Kuningan, menegaskan bahwa harga pangan yang stabil bukan hanya soal angka di pasar, melainkan juga tentang ketenangan di meja makan masyarakat. “Kita tidak sekadar menyalurkan pangan murah. Kita sedang menyalakan rasa tenang di hati warga. Stabilitas harga bukan hanya data ekonomi, tapi perasaan aman bagi keluarga,” ungkapnya.

Dalam GPM tersebut, Pemkab Kuningan menyediakan dua ton beras dalam kemasan 5 kilogram (sekitar 400 karung). Harga beras yang di pasaran mencapai Rp14.000 per kilogram dijual dengan harga hanya Rp11.500. Masyarakat juga mendapat kesempatan membeli minyak goreng, tepung terigu, telur, daging, dan sayuran dengan harga lebih murah.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari GPM dua hari berturut-turut: 15 Oktober di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, dan 16 Oktober di Desa Kertawana, Kecamatan Kalimanggis. Program ini terselenggara berkat kolaborasi antara Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Keberhasilan GPM Diukur dari Manfaat Nyata

Wahyu menilai keberhasilan GPM bukan diukur dari banyaknya komoditas terjual, melainkan dari ketenangan dan manfaat nyata yang dirasakan warga. “Yang kita jaga bukan sekadar harga pasar, tetapi kepercayaan publik. Ketika masyarakat yakin pemerintah hadir, rasa aman itu jauh lebih berharga,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan biologis, melainkan simbol kestabilan sosial dan martabat bangsa. “Pemerintah yang kuat adalah pemerintah yang mampu memastikan tidak ada keluarga yang resah karena harga melambung,” tegasnya.

Dorong Ekosistem Pangan yang Tangguh

Sebagai pejabat yang memahami persoalan teknis dan strategis, Pj Sekda Kuningan menyadari bahwa menjaga stabilitas pangan tidak cukup dengan intervensi sesaat. Diperlukan kolaborasi dari hulu hingga hilir, melibatkan petani, pelaku usaha, dan masyarakat. “Hari Pangan Sedunia memberi pesan kuat bahwa pangan tidak bisa ditangani sendirian. Kita perlu kerja bersama dari sawah hingga dapur rumah tangga,” ujarnya.

Wahyu juga mengajak masyarakat untuk mencintai produk pangan lokal sebagai fondasi ketahanan pangan yang kuat. “Jika masyarakat bangga mengonsumsi beras dari sawah Kuningan, minyak dari produsen lokal, sayur dari kebun tetangga, maka kita sedang membangun ketahanan dari akar yang kokoh,” ucapnya penuh semangat.

Simbol Kehadiran Negara dalam Menjaga Rakyat

Menutup arahannya, Pj Sekda menekankan bahwa GPM adalah simbol nyata kehadiran negara dalam menjaga rakyatnya. “Pangan murah hari ini adalah simbol sederhana dari sesuatu yang besar: kehadiran negara. Kita mungkin tidak bisa menurunkan semua harga, tapi kita bisa menurunkan kecemasan rakyat. Dan itu tugas mulia kita,” pungkasnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan