
Rehabilitasi Stadion Chandradimuka Kebumen Direspons Positif
Stadion Chandradimuka, yang menjadi kebanggaan warga Kebumen, kini sedang menjalani proses rehabilitasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen telah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,2 miliar dari APBD untuk tahap pertama pemeliharaan stadion ini. Proyek ini mencakup pengerukan tanah dan penyiapan lahan lapangan, termasuk sistem drainase.
Pekerjaan tersebut dijadwalkan selesai dalam 55 hari, dengan target akhir pekerjaan pada 23 Desember 2025. Sementara itu, pengadaan dan penanaman rumput akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026, yang direncanakan menggunakan dana APBD murni.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Konsep Modern untuk Stadion Chandradimuka
Dalam perencanaan ke depan, Stadion Chandradimuka akan dikonsep dengan sistem modern. Salah satu perbaikan utama adalah peningkatan saluran drainase di bawah lapangan, yang akan diperbarui dengan sistem pipa dan dilapisi pasir setebal 40 cm. Selain itu, akan dipasang sistem penyiraman rumput otomatis (sprinkler) kurang lebih di 30 titik.
Meskipun belum ada kontrak resmi dalam proyek ini, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan pesan penting kepada konsultan pengawas PT Harapan Jaya Lestarindo saat melakukan tinjauan. Ia meminta agar pekerjaan dilakukan dengan baik dan berkualitas.
Jaminan Kualitas dari Konsultan
Manajer PT Harapan Jaya Lestarindo, Marwoto, menyambut baik pesan Bupati. Ia menjamin bahwa jika pengerjaan mengikuti standar yang disarankan oleh pihaknya, hasilnya akan maksimal. Contohnya, rumput yang digunakan di Stadion GBK dan Jakarta International Stadium (JIS), serta beberapa stadion di luar Jawa yang telah dibuat oleh perusahaan ini.
Marwoto juga menekankan pentingnya perawatan setelah perbaikan selesai agar rumput stadion dapat bertahan lama. Pihak Lestarindo mengonfirmasi bahwa rumput yang akan digunakan adalah jenis zoysia matrella, yang merupakan rumput natural, bukan sintetis. Hal ini karena rumput sintetis tidak cocok digunakan untuk acara resmi FIFA.
Rencana Tahapan Rehabilitasi
Plt Kadisdikpora, Agus Sunaryo, menjelaskan bahwa tahap pertama (pengerukan dan penyediaan media tanam) diharapkan selesai pada akhir tahun 2025. Sementara itu, tahap kedua (pengadaan rumput) diharapkan bisa segera dimulai di tahun 2026.
Agus menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin menggunakan rumput dengan kualitas yang buruk, karena hal itu akan sia-sia meskipun anggaran besar telah dialokasikan. Ia berharap rehabilitasi ini dapat memberikan kualitas stadion yang benar-benar standar untuk pertandingan atau liga.
Dengan jadwal yang ditentukan, Stadion Chandradimuka baru akan dapat digunakan sekitar akhir tahun 2026.
Tanggapan Positif dari KONI Kebumen
Lebih lanjut, Ketua KONI Kebumen Zubair Syamsu menyambut positif upaya rehabilitasi ini. Ia berharap pelaksanaannya sesuai dengan regulasi yang berlaku, dan harapannya Stadion Chandradimuka kelak menjadi stadion yang dibanggakan bagi Kabupaten Kebumen.