
Mendorong Ekonomi Biru sebagai Strategi Pembangunan Berkelanjutan
Bramantyo Suwondo, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSAP) DPR RI, menekankan pentingnya optimalisasi ekonomi biru sebagai strategi pembangunan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi bersama sivitas akademika Universitas Sriwijaya (Unsri) bertema “Mendorong Optimalisasi Ekonomi Biru” di Fakultas Ekonomi Unsri, Palembang, pada Senin (3/11/2025).
Dalam acara tersebut, Bramantyo hadir bersama Wakil Ketua BKSAP Muhammad Husein Fadlulloh serta anggota lainnya seperti Amelia Anggraini, Varrell Bramasta, dan Dr. Hillary Brigitta Lasut. Di sisi universitas, hadir Sekretaris Rektor Prof. Dr. Alfitra, M.Si., Dekan FEB Prof. Dr. Azwardi, dan Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. A. Muslim, beserta dosen dan mahasiswa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Bramantyo, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, potensi kelautan Indonesia sangat besar, tetapi pemanfaatannya masih belum maksimal. Ia menjelaskan bahwa ekonomi biru bukan hanya tentang laut dan ikan, tetapi juga tentang bagaimana menata masa depan pembangunan nasional agar berkelanjutan.
“Ekonomi biru adalah konsep yang mencakup seluruh aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan laut, termasuk pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bramantyo menyampaikan bahwa BKSAP aktif mengikuti forum parlemen internasional yang membahas isu perubahan iklim dan ketahanan pangan. Dalam konteks ini, masukan dari kalangan akademisi sangat penting untuk memperkuat diplomasi parlemen Indonesia.
“Diplomasi parlemen adalah diplomasi rakyat. Wakil rakyat membawa suara masyarakat ke forum dunia,” tegasnya.
Bramantyo menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh bertentangan dengan pelestarian lingkungan. Ia menilai bahwa dengan teknologi dan kolaborasi lintas sektor, keduanya justru dapat berjalan beriringan.
“Kita perlu sinergi antara pembuat kebijakan dan akademisi agar ekonomi dan lingkungan saling menguatkan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa diperlukan peta jalan (road map) ekonomi biru agar pengelolaannya lebih terarah. Bramantyo menyoroti bahwa nelayan sudah hidup di laut selama ratusan tahun, tetapi nilai tukar mereka masih rendah. Dengan ekonomi biru yang terencana, kesejahteraan mereka bisa meningkat, dan laut tetap lestari.
Pentingnya Kolaborasi dalam Pembangunan Ekonomi Biru
Untuk mewujudkan ekonomi biru yang berkelanjutan, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Penguatan regulasi: Pemerintah perlu merancang kebijakan yang mendukung pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
- Peningkatan kesadaran masyarakat: Edukasi dan sosialisasi penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat ekonomi biru.
- Inovasi teknologi: Penggunaan teknologi modern dapat membantu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya laut.
- Kerja sama lintas sektor: Keterlibatan pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil diperlukan untuk memastikan keberhasilan program ekonomi biru.
Tantangan dan Peluang dalam Ekonomi Biru
Meski memiliki potensi besar, ekonomi biru juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan. Selain itu, adanya praktik eksploitasi sumber daya laut yang tidak berkelanjutan juga menjadi hambatan.
Namun, tantangan ini juga membuka peluang bagi inovasi dan kerja sama. Dengan pendekatan yang tepat, ekonomi biru dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kesimpulan
Ekonomi biru bukan hanya sekadar konsep teoritis, tetapi juga menjadi strategi nyata dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak, ekonomi biru dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, khususnya bagi masyarakat pesisir.