Wakil Ketua DPR Minta Polisi Selidiki Kasus Perundungan di SMAN 72 Jakarta

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 22x dilihat
Wakil Ketua DPR Minta Polisi Selidiki Kasus Perundungan di SMAN 72 Jakarta

Wakil Ketua Komisi X DPR Minta Penyelidikan Menyeluruh atas Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta pada Jumat (11/7) menjadi perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani. Dia menyatakan prihatin atas kejadian tersebut dan menyerukan agar aparat kepolisian melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab ledakan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Lalu, insiden ini tidak hanya sekadar tindak kekerasan, tetapi juga bisa menjadi cerminan dari masalah sosial dan psikologis yang lebih dalam di lingkungan pendidikan. Dia menekankan pentingnya memahami motif dan latar belakang insiden tersebut secara utuh dan menyeluruh. Terlebih, ada dugaan bahwa pelaku mungkin memiliki keterlibatan dengan kasus perundungan atau bullying.

"Kami mengutuk keras kejadian ini. Kami meminta polisi untuk mengusut tuntas penyebab ledakan dan memeriksa apakah ada indikasi keterlibatan siswa sebagai korban bullying," ujarnya kepada awak media.

Lalu menegaskan bahwa isu perundungan di lingkungan sekolah adalah masalah serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Menurut dia, solusi tidak cukup hanya berupa langkah hukum, tetapi juga memerlukan keterlibatan pemerintah daerah, Kementerian Pendidikan, tenaga pendidik, psikolog, dan orang tua siswa.

"Semua pihak harus turun tangan. Pencegahan dan penanganan perundungan tidak bisa diserahkan hanya pada sekolah. Harus ada sistem deteksi dini, pendidikan karakter yang kuat, serta layanan konseling yang efektif," jelasnya.

Sebagai pimpinan Komisi X DPR yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset, dan olahraga, Lalu menyatakan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan kasus tersebut secara langsung. Selain itu, ia juga akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan iklim sosial di semua sekolah.

"Kami akan berkoordinasi dengan Kemendikdasmen dan pihak terkait untuk memastikan kejadian seperti ini tidak terulang. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua anak," pungkasnya.

Langkah-Langkah yang Diperlukan untuk Mencegah Perundungan di Sekolah

Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah antara lain:

  • Peningkatan kesadaran dan edukasi
    Sekolah perlu memberikan pendidikan tentang pentingnya saling menghargai dan menghormati sesama. Program anti-bullying harus diterapkan secara aktif.

  • Penguatan sistem deteksi dini
    Sekolah perlu memiliki mekanisme untuk mengidentifikasi tanda-tanda perundungan sejak dini. Hal ini bisa dilakukan melalui survei berkala dan komunikasi terbuka antara siswa, guru, dan orang tua.

  • Peningkatan kualitas layanan konseling
    Setiap sekolah harus memiliki layanan konseling yang memadai untuk menangani siswa yang mengalami tekanan atau trauma akibat perundungan.

  • Koordinasi antar lembaga dan pihak terkait
    Pemerintah, Kementerian Pendidikan, dan organisasi non-pemerintah perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

  • Partisipasi aktif orang tua
    Orang tua harus terlibat dalam proses pengawasan dan pendampingan anak di sekolah. Mereka juga perlu diberikan edukasi tentang cara mengenali tanda-tanda perundungan.

Dengan adanya langkah-langkah tersebut, diharapkan perundungan di lingkungan sekolah dapat diminimalisir dan siswa dapat merasa aman serta nyaman dalam menjalani proses belajar mengajar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan