Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Ekonomi Nelayan untuk Pangan Berkelanjutan

admin.aiotrade 17 Okt 2025 2 menit 16x dilihat
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Ekonomi Nelayan untuk Pangan Berkelanjutan

Peran Kelautan dalam Ketahanan Pangan Nasional

Program ketahanan pangan harus fokus pada potensi kelautan, karena laut menyediakan sumber protein, nutrisi, dan keragaman pangan yang melimpah. Dalam konteks ini, peran nelayan dan masyarakat pesisir menjadi sangat penting. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menekankan bahwa langkah ini juga merupakan bagian dari perlindungan, penguatan, dan pemberdayaan bagi para nelayan di kawasan pesisir.

“Termasuk tentunya memberikan peluang ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir,” ujarnya, Jumat (17/10).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Setiap 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia. Tahun ini, Badan Pangan Dunia menyerukan kolaborasi global dalam menciptakan masa depan yang damai, berkelanjutan, sejahtera, dan berketahanan pangan. Dalam konteks ini, Sarif menegaskan bahwa pangan dari laut, khususnya perikanan, bukan hanya alternatif, tapi kunci penting untuk ketahanan pangan nasional. Apalagi, dari 35 kabupaten/kota di provinsi ini, 17 daerah berada di wilayah pesisir.

“Nelayan dan komunitas pesisir adalah salah satu garda terdepan dari ketahanan pangan bangsa ini, terutama ikan yang merupakan sumber protein utama,” sebut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Peran Nelayan Kecil dalam Ketahanan Pangan

Sarif menekankan bahwa peran nelayan kecil sangat strategis. Mereka memasok sumber daya perikanan laut yang dimulai dari desa-desa pesisir. Atas dasar itu, menurutnya, pemerintah sudah seharusnya memberikan perhatian lebih besar terhadap nelayan kecil melalui kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kapasitas nelayan kecil.

“Karena nelayan ini termasuk mata pencaharian paling berbahaya di dunia, nyawa taruhannya,” jelas pria yang akrab disapa Kakung ini.

Tantangan yang Dihadapi Nelayan Kecil

Kakung menyebut, sejumlah persoalan yang dihadapi oleh para nelayan kecil, seperti banjir rob, abrasi, hingga industrialisasi. Selain itu, menurut dia, kesulitan memperoleh BBM untuk melaut juga perlu dicarikan solusinya.

“Nelayan kecil juga sangat bergantung kepada laut yang sehat dan bisa diakses untuk memastikan ketahanan pangan dari sektor perikanan tangkap laut. Jangan sampai mereka sudah melaut, namun harus pulang dengan tangan hampa,” jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Pentingnya Menjaga Laut untuk Ketahanan Pangan

Menurut Kakung, upaya pemerintah untuk terus menjaga ketahanan pangan harus dibarengi dengan tanggung jawab menjaga laut dari pencemaran.

“Air pantai yang keruh tentu akan membuat ikan menjauh dari garis pantai, dan nelayan harus melaut lebih jauh dengan biaya yang semakin tinggi,” terangnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan