
Langkah Membumi Ecoground 2025 menjadi salah satu inisiatif yang menawarkan narasi unik tentang keberlanjutan. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan, ajakan untuk memperhatikan diri sendiri sebelum berkontribusi pada lingkungan terdengar seperti paradoks. Namun, justru hal ini menjadi dasar dari gerakan tersebut.
Artinya, keberlanjutan tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar, tetapi bisa dimulai dari kesadaran sederhana bahwa kesehatan bumi dan manusia saling berkaitan. Dalam acara ini, empat pilar utama diperkenalkan, yaitu Ecomotion, Ecolabs, Ecopreneur, dan Ecostage. Setiap pilar mengusung pesan bahwa keberpihakan terhadap prinsip keberlanjutan harus berangkat dari hal-hal yang manusiawi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ecomotion: Merawat Diri sebagai Bentuk Perawatan Bumi
Pilar pertama, Ecomotion, diwujudkan melalui kolaborasi dengan komunitas olahraga. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan peserta bahwa menjaga bumi juga berarti menjaga tubuh yang merupakan bagian dari alam. Melalui aktivitas olahraga, peserta diajak untuk lebih sadar akan pentingnya kesehatan diri sebagai langkah awal dalam merawat lingkungan.
Ecolabs: Meningkatkan Kesadaran Diri dan Lingkungan
Melalui Ecolabs, Blibli mengajak peserta untuk bereksperimen dan mengenali diri serta lingkungan sekitarnya. Selama dua hari acara, lebih dari 40 lokakarya digelar, termasuk lokakarya daur ulang kreatif dan personal color.
“Melalui lokakarya personal color, kami baru tahu bahwa warna yang cocok untuk setiap orang ternyata berbeda, menyesuaikan skin tone,” ujar Lisa Widodo, COO dan Co-Founder Blibli.
Di balik aktivitas ringan ini, tersimpan pesan penting bahwa keberlanjutan dimulai dari kesadaran diri. Mengenali diri berarti memahami batas, kebutuhan, dan pilihan yang lebih selaras dengan alam.
Ecopreneur: Kolaborasi untuk Penanganan Limbah
Di sisi lain, pilar Ecopreneur menunjukkan komitmen Blibli dalam menjaga lingkungan melalui kolaborasi dengan startup seperti Sirsak, pengelolaan sampah. Tujuannya adalah memastikan limbah acara diolah secara bertanggung jawab.
Selain itu, Blibli Tiket Action bekerja sama dengan Jejakin untuk menanam mangrove setara dengan jumlah tiket yang terjual. Targetnya adalah menanam 16 ribu pohon di Cilacap sepanjang 2025.
Kepedulian dari Berbagai Pihak
Keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga komunitas dan perusahaan. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar berbagi pengalamannya tentang perubahan kecil yang dilakukan dalam hidupnya.
Irene mengingat masa ketika tinggal di Singapura dan mengalami suhu yang drastis turun. Saat itu, ia menyaksikan beruang kutub kelaparan akibat pemanasan global. Sejak saat itu, ia mulai mengambil langkah kecil, seperti membawa botol minum sendiri dan tidak membeli barang berlebihan.
“Saya sendiri cuma pakai satu botol minum, memang harganya enggak murah, tapi awet,” ujarnya.
Peran Generasi Muda dalam Keberlanjutan
Miss Universe Indonesia 2024 Clara Shafira juga berbicara tentang pentingnya berbelanja dengan kesadaran penuh. Ia menyoroti bahwa banyak orang belanja secara tidak mindful, membeli berlebihan, dan akhirnya membuang banyak hal yang masih layak.
Kesadaran ini mendorong Clara untuk mengubah arah bisnis fesyennya menuju produk yang timeless serta mendorong praktik thrifting dan renting di kalangan generasi muda. Ia percaya bahwa mendukung industri dan bahan baku lokal adalah bentuk nyata keberlanjutan.
Langkah Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Dari tubuh yang dirawat, konsumsi yang disadari, hingga kolaborasi yang dihidupkan, narasi di dalam Langkah Membumi Ecoground 2025 berpaut pada satu benang merah, yakni keberlanjutan yang benar-benar membumi.
Ini bukan sekadar jargon atau tren sesaat, tetapi kebiasaan kolektif yang tumbuh dari langkah-langkah kecil banyak orang. Perubahan besar tidak selalu lahir dari kebijakan megah, melainkan dari keputusan sederhana yang kita ambil setiap hari, seperti ketika kita memilih bergerak, memilih bijak, dan memilih peduli. Dari sini bumi mulai sembuh, satu langkah kecil pada satu waktu.