Wali Kota Munafri Umumkan 7 Program Unggulan untuk Aktivis HMI

admin.aiotrade 26 Okt 2025 4 menit 30x dilihat
Wali Kota Munafri Umumkan 7 Program Unggulan untuk Aktivis HMI
Wali Kota Munafri Umumkan 7 Program Unggulan untuk Aktivis HMI

Inovasi dan Program Pembangunan Strategis Kota Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan berbagai inovasi dan program pembangunan strategis yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Hal ini disampaikan oleh orang nomor satu kota Makassar saat menjadi narasumber dalam Stadium General bertema "Creative Hub pada Kelas Progresif" di Hotel Asyira Makassar, Minggu (26/10/2025). Acara ini digelar oleh HMI Cabang Makassar dan dihadiri oleh pengurus HMI, kader, akademisi, serta pegiat muda dari berbagai kampus di Kota Makassar.

Munafri didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya berjalan dengan prinsip kolaborasi dan keberpihakan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa kondisi Kota Makassar saat ini membutuhkan kerja sama untuk menghadirkan pelayanan publik yang efektif.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kurang lebih delapan bulan kami dilantik, kami melihat bahwa kondisi Kota Makassar belum ideal, tetapi juga tidak bisa dikatakan tidak maksimal," ujar Appi mengawali paparan materi. "Ada persoalan yang harus diselesaikan, tetapi juga ada prestasi yang harus terus dijaga. Ujungnya satu: pelayanan pemerintah harus sampai ke rakyat dan tepat sasaran."

Tujuh Program Unggulan Pemkot Makassar

Munafri menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan tujuh program unggulan yang sedang berjalan secara bertahap. Berikut penjelasannya:

  • Penyambungan Jaringan PDAM
    Fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga akan air bersih. PDAM dibenahi agar profesional dan tidak merugikan pelayanan publik.

  • Jaminan Pelindungan Pekerja Rentan
    Pemkot bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Sebanyak 81.000 pekerja rentan telah mendapat jaminan kerja dan jaminan kematian, serta tambahan jaminan hari tua tahun ini.

  • Seragam Sekolah Gratis
    Diberikan kepada siswa baru untuk meringankan beban ekonomi keluarga. Kebijakan fokus pada pengurangan beban rumah tangga alih-alih bantuan tunai.

  • Pengembangan Kawasan Ekonomi Baru Berbasis Olahraga
    Disebut Stadion Untia. Ini tahap perkampungan syarat-sayat untuk dilakukan pembangunan, dimana pembangunan stadion dijadikan trigger pertumbuhan ekonomi wilayah. Stadion diposisikan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, bukan sekadar sarana olahraga.

  • Reformasi Sistem Pengelolaan Sampah
    Mengurangi sampah yang masuk ke TPA Tamangapa yang kini menampung 1.000 ton per hari. Mengembangkan pengolahan sampah terintegrasi, bank sampah, dan urban farming. Sampah ditukar dengan beras atau minyak melalui kerja sama Pemkot dan Bank Sulselbar.

  • Makassar Super Apps "Lontara"
    Mengintegrasikan ratusan layanan pemerintah dalam satu aplikasi. Kini, sudah berjalan pada versi 1.0 dengan layanan aduan masyarakat. Layanan ini berfungsi memantau kondisi dan menerima aduan semua persoalan di Makassar, serta laporan.

  • Makassar Creative Hub
    Menjadi pusat pengembangan komunitas kreatif dan digital talenta. Terbuka gratis tanpa pungutan biaya. Tahun ini ditambah lokasi baru, dan tahun depan Creative Hub tambahan akan dibangun di wilayah berbeda.

Komitmen untuk Membangun Ekosistem Kreatif

Lebih lanjut, politisi Golkar ini menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda melalui program Makassar Super Creative Hub. Menurutnya, Creative Hub ini sudah berjalan dengan berbagai kegiatan, baik level lokal, nasional, maupun internasional. Banyak yang bilang terlalu eksklusif, padahal bukan. Jadwalnya yang padat sehingga pengaturannya perlu di-review.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak hanya membangun satu Creative Hub. Tahun ini akan dibangun satu lokasi tambahan dan tahun depan ditargetkan tiga Creative Hub baru di kawasan berbeda untuk menjangkau lebih banyak anak muda. Karena satu tidak cukup. Kebutuhan anak muda tentang ruang kreativitas dan peningkatan skill terus bertambah.

"Makassar Creative Hub ini hadir untuk upgrading skill, pengembangan komunitas, dan pelatihan kewirausahaan," jelasnya lagi. Fasilitas Creative Hub ini gratis dan inklusif, terbuka tanpa pungutan biaya. Bahkan ruang ini juga dirancang untuk ramah disabilitas.

Di MCH yang pertama di Pantai Losari, ada kafe yang dikelola sahabat difabel tuli Makassar. Ini bukti kita ingin membangun ekosistem kreatif yang inklusif.

Komitmen untuk UMKM dan Ekonomi Lokal

Selain tujuh program unggulan tersebut, Munafri juga menegaskan komitmen untuk memperkuat UMKM dan ekonomi lokal. Ia memastikan bahwa 50 persen dari total belanja daerah diarahkan untuk belanja produk lokal. "Kami ingin uang daerah berputar di masyarakat Makassar. Ini penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal," katanya.

Alumni FH Unhas ini juga menyampaikan dorongan terhadap gelaran event ekonomi kreatif dan pariwisata, seperti Makassar Half Marathon yang berhasil menarik 1012 ribu peserta dari berbagai daerah. Event-event ini, kata Munafri, akan membawa dampak ekonomi bagi UMKM dan perhotelan.

Ajakan untuk Kolaborasi dan Partisipasi

Munafri menutup pemaparannya dengan mengajak kader HMI agar mengambil peran dalam pembangunan daerah. "Silakan ambil posisi. Mau jadi akademisi, entrepreneur, teknokrat, atau pelaku industri kreatif, semua terbuka. Pemerintah membuka kolaborasi seluas-luasnya," ungkapnya. Ia juga mengajak aktivis HMI dan generasi muda Makassar untuk tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi ikut serta mengambil peran strategis.

"Pemerintah membuka ruang kolaborasi. Mau jadi pengusaha, pekerja industri kreatif, aktivis sosial, Akademisi, semua terbuka. Tinggal dicocokkan dengan minat dan keahlian," tegasnya. Ia menutup paparannya dengan pesan kolaborasi dan keberlanjutan pembangunan kota. Dimana, Makassar dibangun bukan oleh pemerintah sendiri. Ini butuh kebersamaan, butuh energi kolektif.

"Selama semua bergerak dengan tujuan yang sama, Makassar bisa menjadi kota maju, inklusif, dan berdaya saing," pungkasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan