Wali Kota New York: Perang AS-Iran Hanya Pemborosan Dana

Wali Kota New York: Perang AS-Iran Hanya Pemborosan Dana

Wali Kota New York Kritik Perang AS dan Iran

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengecam perang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, konflik ini tidak hanya menyebabkan banyak korban jiwa, tetapi juga merugikan AS secara finansial. Dana besar dialokasikan untuk operasi militer, sementara uang tersebut seharusnya digunakan untuk program-program prioritas di dalam negeri.

“Kita sedang berbicara tentang perang yang telah menewaskan ribuan warga sipil. Hal-hal yang sering saya bicarakan dan sangat dibutuhkan oleh warga New York, hanya akan menelan biaya sebagian kecil dari puluhan miliar dolar yang kita lihat (untuk mendanai perang). Hal itu telah membuat kita semua frustrasi,” ujarnya dalam wawancara dengan sebuah media internasional.

Mendorong Berakhirnya Perang

Mamdani ingin agar perang antara AS dan Iran segera berakhir. Ia mengkhawatirkan semakin banyak korban jiwa dan pemborosan dana yang hanya digunakan untuk perang. Selain itu, ia menilai perang ini juga memperparah upaya dehumanisasi di kawasan Timur Tengah.

“Inti dari setiap perang adalah dehumanisasi yang tidak pernah terbatas hanya pada perang itu sendiri. Itulah bentuk dehumanisasi yang kita biarkan berkembang di negara kita,” tegas Mamdani. Ia menilai bahwa upaya dehumanisasi akibat konflik di Iran juga akan merendahkan martabat AS di dunia internasional.

Perang Mulai Mereda

Sebetulnya, perang antara AS dan Iran sudah mulai mereda. Presiden AS, Donald Trump, telah menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026) lalu. Gencatan senjata ini disepakati setelah AS dan Israel membombardir Iran sejak 28 Februari lalu.

Gencatan senjata ini lantas disambut baik oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Meski bersifat sementara, gencatan senjata tersebut dinilai penting bagi AS, Israel, dan Iran untuk mengakhiri perang agar tidak berlarut-larut.

Lebanon Tidak Terlibat dalam Kesepakatan

Sayangnya, AS dan Israel menegaskan bahwa Lebanon tidak terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata yang sudah disetujui dengan Iran. Oleh karena itu, Israel hingga kini masih terus menyerang Lebanon. Padahal, menurut Iran, dokumen gencatan senjata yang diberikan AS sudah melibatkan Lebanon.

Israel kembali meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026). Serangan tersebut menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai 1.165 orang lainnya. Saat ini, seluruh korban luka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya, petugas layanan kesehatan mengalami kendala karena banyak rumah sakit di Lebanon yang rusak akibat diserang Israel.

Pernyataan dari Presiden Iran

Presiden Iran menyatakan bahwa mereka ingin mengakhiri perang dengan bermartabat. Di sisi lain, AS akan melakukan tindakan keras terhadap kapal Iran di perairan internasional. Harga minyak global juga anjlok setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz.