Wali Kota Semarang Tanggap, Kirim Ambulans untuk Korban Tragedi Bus Terguling

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 21x dilihat
Wali Kota Semarang Tanggap, Kirim Ambulans untuk Korban Tragedi Bus Terguling

Respons Cepat Pemkot Semarang Terhadap Kecelakaan Bus Wisata

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, segera merespons kecelakaan yang menimpa bus wisata asal Kota Semarang. Peristiwa tersebut terjadi di Exit Tol Gandulan, Pemalang, pada Sabtu (25/10). Bus yang membawa rombongan dari Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor, Kecamatan Gajah Mungkur, mengalami kecelakaan tunggal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang langsung mengambil langkah cepat dengan mengirimkan empat unit ambulans ke tiga rumah sakit di Pemalang. Tujuannya adalah untuk membantu penanganan para korban kecelakaan tersebut.

"Setelah mendapat kabar dari Kota Semarang, saya langsung meminta Dinas Kesehatan untuk segera mengirimkan ambulans ke Pemalang," ujar Agustina. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan rumah sakit setempat. Hal ini dilakukan untuk membawa empat korban meninggal dunia ke rumah duka masing-masing di Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajah Mungkur.

"Karena terkait pemakaman, kami meminta izin untuk mengutamakan para jenazah kembali ke keluarganya masing-masing," tambah Agustina. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan membantu penanganan maupun perawatan korban, baik yang mengalami luka ringan maupun berat, dengan mempertimbangkan rekomendasi dari pihak rumah sakit tempat korban dirawat.

"Kami melihat perkembangan di lapangan. Para korban jika dirasa perlu dirawat di sana, kami akan bantu menyampaikan kepada pihak keluarga," katanya. Agustina juga telah menyiapkan RSD K.R.M.T. Wongsonegoro (RSWN) dan Rumah Sakit Mijen apabila korban nantinya ingin dipindahkan ke Kota Semarang hingga sembuh total.

Tanggung Jawab Pemkot Semarang dalam Penanganan Korban

Agustina menegaskan bahwa korban tidak perlu memikirkan biaya penanganan karena Pemkot Semarang akan turut serta memberikan perlindungan dan jaminan. "Kami akan memastikan warga yang menjadi korban mendapat jaminan kecelakaan dari Jasa Raharja. Jika lebih dari Rp 20 juta bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Untuk para korban yang belum memiliki BPJS Kesehatan, Pemkot Semarang pun akan memfasilitasi dengan Universal Health Coverage (UHC)," imbuhnya.

Pemkot Semarang juga menyampaikan dukacita atas peristiwa tersebut. Sebagaimana diberitakan, bus wisata yang membawa rombongan FKK Bendan Ngisor mengalami kecelakaan tunggal di Exit Tol Gandulan, Pemalang, Sabtu (25/10/2025) pagi sekitar pukul 09.10 WIB.

Bus yang berpenumpang 34 orang dengan tujuan wisata Guci, Kabupaten Tegal, diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman dan tidak mampu mengendalikan laju kecepatan saat melewati tikungan di jalur keluar tol hingga menabrak pembatas jalan dan terguling.

Akibat kejadian tersebut, tercatat empat orang meninggal dunia, satu orang luka berat, 13 orang luka ringan, dan 16 orang lainnya selamat. Para korban dievakuasi dan dirawat di sejumlah rumah sakit berbeda untuk mempercepat proses penanganan, yakni RS Medika Pemalang, RSI Al-Ikhlas Taman, dan RS Siaga Medika Pemalang.

"Atas nama Pemkot Semarang, kami turut berdukacita atas peristiwa ini. Semoga korban yang meninggal dunia dapat diterima di sisi-Nya dan korban yang mengalami luka segera kembali pulih," pungkas Agustina.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan