Wali Kota Yogyakarta Hasto Bagikan Pengalaman Kelola Sampah via Program Mas JOS

admin.aiotrade 15 Des 2025 2 menit 31x dilihat
Wali Kota Yogyakarta Hasto Bagikan Pengalaman Kelola Sampah via Program Mas JOS


Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo berbagi pengalaman inovatif pemerintah kota dalam mengelola sampah melalui program Mas JOS atau Masyarakat Jogja Olah Sampah. Program ini menjadi salah satu strategi utama yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengurangi dampak lingkungan dari sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri.

Dalam forum Kagama Regional Leaders Forum (KRLF) 2025 yang diselenggarakan di Balai Senat UGM, Hasto menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan teknis dan proyek jangka pendek. Menurutnya, perlu adanya gerakan kolektif dari warga yang menyadari bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama, yang dimulai dari rumah tangga. “Kami di Jogja percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil di rumah,” ujarnya dalam sesi diskusi KRLF bertemakan transformasi lokal berbasis nilai.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Mas JOS menjadi program unggulan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Program ini menekankan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, dengan lima langkah sederhana namun berdampak besar. Pertama, memilah sampah sesuai jenisnya. Kedua, membawa sampah anorganik ke bank sampah. Ketiga, mengolah sampah organik di rumah. Keempat, mengurangi sisa makanan. Kelima, menggunakan wadah berulang.

Langkah-langkah ini dirancang agar mudah diterapkan oleh warga, sekaligus memperkuat budaya hidup bersih, sehat, dan bertanggung jawab. Sampah bukan hanya menjadi soal kebersihan, tetapi juga pintu masuk menuju pembentukan kesadaran ekologis warga kota. Tujuan utama dari Mas JOS adalah mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), mendorong lingkungan hidup yang lestari, serta membangun partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan kota yang lebih tangguh secara lingkungan.

“Kami ingin pengelolaan sampah menjadi bagian dari gaya hidup warga Jogja. Bukan sekadar aturan, tapi kebiasaan baru yang membentuk peradaban kota,” tambah Hasto.

KRLF 2025 dihadiri oleh lebih dari 30 kepala daerah, wakil kepala daerah, dan sekretaris daerah yang merupakan alumni UGM. Beberapa peserta antara lain Hasto Wardoyo (Walikota Yogyakarta), Sadewo Tri Lastiono (Bupati Banyumas), Luthfianisa Putri Karlina (Wakil Bupati Garut), hingga Erasmus Papilaya (Sekda Halmahera Utara). Hadir juga Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia dan Ketua Umum PP Kagama, Basuki Hadimuljono.

KRLF 2025 menjadi ruang berbagi praktik terbaik lintas daerah. Selain Yogyakarta, kepala daerah alumni UGM dari berbagai wilayah Indonesia memaparkan inisiatif lokal mereka. Beberapa inovasi yang disampaikan termasuk inisiatif kebijakan fiskal, pemberdayaan masyarakat, hingga transformasi digital. Forum ini menjadi wadah untuk saling belajar dan mengembangkan solusi berbasis lokal yang dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan