Wall Street Beragam, Investor Tunggu Laporan Kinerja Nvidia

admin.aiotrade 14 Nov 2025 3 menit 33x dilihat
Wall Street Beragam, Investor Tunggu Laporan Kinerja Nvidia


Pada akhir perdagangan Jumat (14/11/2025), indeks utama Wall Street mengalami pergerakan yang beragam atau mixed. Investor sedang menantikan hasil laporan kuartalan dari perusahaan teknologi ternama, Nvidia, yang akan dirilis pekan depan. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin akan menunda rencana pemangkasan suku bunga pada bulan Desember.

Berdasarkan data terbaru, indeks S&P 500 turun sebesar 0,05% dan ditutup pada level 6.734,11. Sementara itu, indeks Nasdaq naik 0,13% mencapai 22.900,59, sedangkan Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan sebesar 0,65% menjadi 47.147,48.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari 11 sektor yang terdapat dalam indeks S&P 500, tujuh di antaranya mengalami penurunan. Sektor material menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan sebesar 1,18%, diikuti oleh sektor keuangan yang turun 0,97%.

Selama seminggu ini, S&P 500 berhasil naik 0,1%, sementara Dow Jones naik 0,3%. Namun, Nasdaq justru mengalami penurunan sebesar 0,5%.

Beberapa saham besar seperti Nvidia, Palantir, dan Microsoft masing-masing naik lebih dari 1%. Sebaliknya, saham UnitedHealth Group turun 3,2% dan Visa turun 1,8%, yang memberi tekanan pada indeks Dow Jones.

Volume perdagangan saham di pasar AS mencapai 20,1 miliar saham. Rata-rata volume perdagangan selama 20 hari terakhir adalah 20,2 miliar saham.

Investor dalam beberapa hari terakhir mengalami ketidakpastian terkait laju penurunan suku bunga dan valuasi tinggi dari saham-saham teknologi kecerdasan buatan. Saham-saham tersebut telah menjadi penggerak utama kenaikan pasar saham AS dalam beberapa tahun terakhir.

Ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Desember mulai memudar. Hal ini terjadi karena adanya tanda-tanda inflasi yang masih tinggi, salah satunya disebabkan oleh tarif global yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Probabilitas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember telah turun menjadi di bawah 50% dari sebelumnya 67%, menurut perangkat FedWatch CME Group.

Presiden The Fed Kansas City, Jeffrey Schmid, menyampaikan kekhawatirannya tentang inflasi yang terlalu tinggi. Ia menilai bahwa masalah inflasi ini melebihi dampak sempit dari tarif. Ini menunjukkan kemungkinan ia akan kembali berbeda pendapat pada pertemuan The Fed bulan Desember jika para pembuat kebijakan memutuskan untuk memangkas suku bunga jangka pendek.

Jeffrey Schmid adalah salah satu dari dua orang yang berbeda pendapat dalam keputusan The Fed pada bulan Oktober untuk menurunkan suku bunga kebijakan sebesar 0,25%.

Produsen cip AI, Nvidia, akan menjadi pusat perhatian Wall Street ketika melaporkan hasil kuartalan pada hari Rabu. Investor sedang menantikan bukti bahwa persaingan untuk mendominasi teknologi ini tidak mengalami penurunan.

"Kami akan menghadapi acara besar minggu depan dengan Nvidia," ujar Mike Dickson, kepala riset dan strategi kuantitatif di Horizon Investments di Charlotte, Carolina Utara.

"Jika Nvidia mengecewakan, mereka akan dihukum. Tapi saya juga berpikir bahwa - seperti yang Anda lihat hari ini - Anda akan melihat pembeli yang sedang turun kembali dengan cukup cepat dan menstabilkan keadaan."

Kekhawatiran mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan prospek inflasi telah membebani investor. Mereka memperkirakan akan ada kesenjangan permanen dalam data ekonomi resmi bahkan setelah penutupan pemerintah AS yang terlama berakhir pada hari Kamis.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan