Wall Street Melemah: Dow, S&P 500, dan Nasdaq Turun di Awal Pekan

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Wall Street Melemah: Dow, S&P 500, dan Nasdaq Turun di Awal Pekan

Pergerakan Pasar Wall Street pada Awal Pekan

Pada awal pekan ini, pasar saham Wall Street mengalami penurunan setelah para investor mulai mempersiapkan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, mereka juga mengevaluasi laporan terkait kandidat Federal Reserve dan komentar dari pembuat kebijakan untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek suku bunga.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada hari Senin (15/12/2025), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 41,49 poin atau 0,09% menjadi 48.416,56. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah sebesar 10,90 poin atau 0,16% menjadi 6.816,51. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite mengalami penurunan 137,76 poin atau 0,59% menjadi 23.057,41.

Dari delapan sektor utama pada indeks S&P 500, sebagian besar mengalami kenaikan. Sektor kesehatan menjadi yang teratas dengan kenaikan sebesar 1,3%. Namun, sektor teknologi informasi mengalami penurunan sebesar 1%, terutama karena saham ServiceNow turun 11,5% setelah laporan bahwa perusahaan keamanan siber tersebut sedang dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk membeli perusahaan rintisan Armis.

Fokus pada Data Ekonomi Mendatang

Mata para investor saat ini tertuju pada data penggajian non-pertanian untuk bulan Oktober dan November yang akan dirilis akhir pekan ini. Data tersebut akan disertai dengan laporan tentang penjualan ritel, aktivitas bisnis, dan inflasi. Namun, data pekerjaan bulan Oktober tertunda karena penutupan pemerintahan pada awal kuartal ini.

Carol Schleif, kepala investasi di BMO Family Office, menyatakan bahwa pasar saat ini kesulitan menemukan pemimpin. “Tidak ingin menaruh semua telur dalam satu keranjang AI dan belum memiliki banyak data,” katanya.

Orang-orang juga sedikit menahan napas sebelum angka pekerjaan minggu ini dan apakah angka tersebut mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut.

Penurunan Harian yang Signifikan

Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan harian tercuram dalam lebih dari tiga minggu pada hari Jumat (12/12/2025). Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran tentang inflasi dan investasi AI yang didorong oleh utang.

Selain itu, para investor juga menilai laporan bahwa pencalonan penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett untuk posisi ketua The Fed mendapat beberapa penolakan dari orang-orang yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump.

Spekulasi telah merajalela mengenai kemungkinan kandidat terdepan karena masa jabatan Jerome Powell yang berakhir pada bulan Mei 2026 mendatang. Ekspektasi untuk ketua The Fed yang cenderung lunak telah memicu taruhan untuk penurunan suku bunga tahun depan.

Pergerakan Perusahaan

Pada hari Senin, Presiden Federal Reserve New York, John Williams, mengatakan bahwa pemotongan suku bunga bank sentral pekan lalu menempatkannya pada posisi yang baik. Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran berpendapat bahwa inflasi saat ini tidak mencerminkan dinamika penawaran dan permintaan yang sebenarnya.

Dalam pergerakan perusahaan, saham Tesla naik 3,5% setelah CEO Elon Musk mengatakan bahwa produsen kendaraan listrik tersebut sedang menguji taksi robotnya tanpa monitor keselamatan di kursi penumpang depan. Namun, saham iRobot anjlok 72,7% setelah produsen penyedot debu Roomba mengajukan perlindungan kebangkrutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan