Wall Street Melemah, Investor Tunggu Data Ekonomi Pasca Shutdown AS

admin.aiotrade 13 Nov 2025 3 menit 13x dilihat
Wall Street Melemah, Investor Tunggu Data Ekonomi Pasca Shutdown AS

Pergerakan Pasar Wall Street pada Hari Kamis

Pada perdagangan hari Kamis (13/11/2025), indeks utama Wall Street mengalami penurunan. Investor terlihat lebih hati-hati menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan petunjuk arah kebijakan moneter setelah Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang yang mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah negara tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pukul 09.35 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebesar 87,01 poin atau 0,18% menjadi 48.167,81. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 36,03 poin atau 0,53% ke level 6.814,89. Nasdaq Composite juga anjlok 214,17 poin atau 0,87% ke posisi 23.192,28.

Pasar kini sedang memantau data resmi ekonomi AS setelah sebulan lebih tidak ada laporan. Hal ini membuat The Fed dan pelaku pasar kesulitan menilai kondisi perekonomian, sehingga bergantung pada sumber data swasta. Namun, beberapa data diperkirakan akan hilang secara permanen. Gedung Putih menyatakan bahwa laporan ketenagakerjaan dan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Oktober kemungkinan tidak akan pernah dipublikasikan.

Carol Schleif, Kepala Strategi Pasar di BMO Private Wealth, mengatakan:

“Selama ini kami memang memperkirakan banyak data ekonomi yang terlewat selama penutupan pemerintah tidak akan diterbitkan. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah seperti apa kondisi inflasi dan pasar tenaga kerja ketika laporan resmi kembali dirilis.”

Ia juga menambahkan bahwa pasar mungkin akan mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa minggu ke depan.

Sektor Teknologi dan Layanan Komunikasi Menjadi Penekan Utama

Sektor teknologi informasi dan layanan komunikasi menjadi penekan utama indeks S&P 500. Saham-saham raksasa seperti Nvidia dan Alphabet masing-masing terkoreksi 2,6% dan 2,3%. Sebaliknya, Cisco Systems naik 4,5% setelah perusahaan tersebut menaikkan proyeksi laba dan pendapatan tahunannya, didorong oleh permintaan kuat atas perangkat jaringan.

Saham teknologi dan berbasis kecerdasan buatan (AI) tengah berada di bawah tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Indeks Nasdaq pun mencatat penurunan selama tiga sesi berturut-turut karena investor mengalihkan portofolio dari saham-saham teknologi berharga tinggi ke sektor defensif seperti kesehatan.

Sementara itu, Dow Jones justru mendapat keuntungan dari rotasi tersebut, mencatat rekor tertinggi dua hari berturut-turut setelah sebelumnya tertinggal dari S&P dan Nasdaq sepanjang tahun ini.

Kinerja Nvidia dan Potensi Konflik dengan YouTube TV

Kinerja Nvidia yang akan merilis laporan keuangannya pekan depan menjadi ujian berikutnya bagi optimisme pasar terhadap teknologi AI yang sempat mendorong reli besar di pasar saham sepanjang tahun.

Saham Walt Disney anjlok 8,9% dan menjadi penekan Dow setelah perusahaan media itu mengindikasikan adanya potensi konflik berkepanjangan dengan YouTube TV terkait distribusi saluran kabelnya.

Di sisi lain, data dari ADP menunjukkan perusahaan swasta di AS kehilangan lebih dari 11.000 pekerjaan per minggu hingga akhir Oktober. Sementara laporan Indeed Hiring Lab mencatat penurunan 16% dalam lowongan kerja sektor ritel dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan lemahnya pasar tenaga kerja.

Beberapa pejabat Federal Reserve juga mengungkapkan keraguan atas kemungkinan penurunan suku bunga lagi pada Desember, membuat investor mengurangi ekspektasi pemangkasan.

Peluang Penurunan Suku Bunga Berkurang

Pernyataan lebih lanjut dari para pembuat kebijakan akan terus dicermati sepanjang hari. Menurut alat pemantau CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 53% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember, turun dari 70% pada pekan lalu.

Saham Sealed Air melonjak 19,6% setelah laporan menyebut perusahaan ekuitas Clayton Dubilier & Rice sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi produsen kemasan tersebut. Sementara itu, saham produsen perangkat memori Western Digital dan Sandisk masing-masing merosot 5,4% dan 8% setelah laporan setengah tahunan dari perusahaan Jepang Kioxia Holdings yang mengecewakan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan