Pergerakan Bursa Wall Street pada Hari Selasa

Indeks bursa di Wall Street mengalami pergerakan yang beragam selama perdagangan hari Selasa (9/12). Investor sedang menantikan keputusan suku bunga dari Federal Reserve atau The Fed yang akan diumumkan pekan ini. Pergerakan pasar terlihat cukup stabil, namun ada beberapa perubahan signifikan yang terjadi.
S&P 500 berakhir nyaris datar setelah turun tipis sebesar 0,09% ke level 6.840,51. Sementara itu, Nasdaq Composite justru naik 0,13% menjadi 23.576,49. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average melemah sebesar 179,03 poin atau 0,38% ke 47.560,29. Penurunan ini disebabkan oleh anjloknya saham JPMorgan akibat dugaan biaya tahun 2026 yang lebih tinggi dari perkiraan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Performa Saham CVS
Salah satu saham yang menunjukkan kinerja terbaik pada perdagangan hari Selasa adalah CVS. Saham jaringan apotek ini melonjak hampir 5% setelah perusahaan merilis proyeksi laba tahun depan yang melampaui perkiraan analis. Hal ini memberi semangat kepada investor yang sedang mencari peluang investasi yang menjanjikan.
Perspektif Analis Investasi
Analis investasi eToro, Bret Kenwell, menyatakan bahwa para pelaku pasar saat ini sedang menunggu keputusan penting dari The Fed pada Rabu (10/12) waktu AS. Keputusan ini menjadi yang terakhir pada tahun ini dan akan sangat memengaruhi arah pasar.
Menurut prediksi, bank sentral AS kemungkinan besar akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Ini merupakan kelanjutan dari langkah yang dilakukan dalam pertemuan September dan Oktober. Berdasarkan data dari perangkat FedWatch CME, probabilitas pemangkasan suku bunga telah mencapai 87%.
Pengaruh Pemangkasan Suku Bunga
Pemangkasan suku bunga tersebut dinilai lebih menguntungkan emiten-emiten kecil. Alasannya karena biaya pinjaman lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga pasar. Dengan demikian, potensi pertumbuhan dapat lebih merata ke berbagai sektor ekonomi.
Kenwell menegaskan bahwa meskipun suku bunga diproyeksikan bakal dipangkas, prediksi The Fed tentang ekonomi dan komentar Ketua Jerome Powell akan menjadi penentu arah pasar. “Ini bukan hanya untuk minggu ini, tetapi juga dapat membentuk sentimen sepanjang sisa bulan ini,” ujar dia.
Tantangan yang Dihadapi The Fed
Selain itu, Kenwell menyebut bahwa The Fed saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tingginya inflasi, kondisi makro yang belum jelas, hingga data ekonomi yang terlambat dirilis akibat penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan. Selain itu, transisi menuju kepemimpinan baru di bank sentral juga menjadi isu penting.
Menurut dia, investor dengan selera risiko tinggi berharap The Fed akan membuka ruang bagi reli akhir tahun. “Banyak faktor akan memengaruhi kebijakan The Fed pada 2026. Pertanyaannya, apakah bank sentral bisa terus bersikap akomodatif jika kondisi ini berlanjut, atau justru mandat gandanya akan membatasi ruang para dovish?” ujarnya.
Pandangan dari Kepala Investasi LNW
Kemudian, Kepala Investasi LNW Ron Albahary menilai bahwa pemangkasan suku bunga 25 basis poin dan nada hawkish The Fed kemungkinan sudah sepenuhnya diantisipasi pasar. Menurut dia, investor kini mulai mengalihkan fokus ke fase berikutnya yakni kepemimpinan bank sentral mengingat masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada Mei 2026.
Albahary juga menyoroti likuiditas ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Desember, yang sempat melonjak ke hampir 100%, turun hingga 30%, lalu kembali naik ke kisaran 90% – 100%. “Volatilitas seperti itu, yang dipicu oleh komunikasi The Fed, menunjukkan bahwa transmisi komunikasinya kemungkinan mengalami kerusakan,” ujarnya.
Menurut dia, hal ini perlu diperbaiki sebab ia memperkirakan pemimpin baru The Fed nantinya akan memberi perhatian pada cara penyampaian panduan kebijakan agar lebih konsisten dan efektif. “Itu sebenarnya bisa menjadi perkembangan yang positif,” katanya.